SMK di Bekasi Kekurangan Guru Pengawas

Senin, 22 September 2014 - 01:01 WIB
SMK di Bekasi Kekurangan...
SMK di Bekasi Kekurangan Guru Pengawas
A A A
BEKASI - Disdik Kota Bekasi mengaku kekurangan guru pengawas untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sampai saat ini, pengawasan kurang maksimal karena hanya ada empat orang pengawas.

"Guru pengawas di Kota Bekasi hanya berjumlah empat orang, idealnya mencapai sepuluh orang," kata Sekretaris Disdik Kota Bekasi Saiful Bahri di Bekasi, Minggu 21 September 2014.

Menurutnya, untuk guru SMP saat ini cukup memadai yakni mencapai 20 guru, dan SMA 10 guru pengawas. Syaiful mengatakan, kedudukan guru pengawas untuk tingkat SMK masih jauh dari harapan.

Fungsi guru pengawas ini sangat berpengaruh kepada pelaksanaan kegiatan belajar. Terutama soal kajian kurikulum bagi seluruh siswa di sekolah tersebut.

"Nantinya kami akan tambahkan tugas mereka, termasuk melakukan pengawasan pelaksanan sekolah," katanya.

Saat ini, lanjut dia, satu pengawas guru idealnya untuk mengawasi 10 bangunan sekolah. Karena, sehari-harinya guru pengawas tersebut bergantian melakukan pengecekan ke seluruh bangunan sekolah. Tetapi, kalau lebih 10 dari sekolah yang diawasi dikhawatirkan tidak bisa terjangkau.

Saiful mengaku, untuk menjadi seorang guru pengawas diperlukan keterampilan dan pengalaman. Karena untuk proses pengangkatannya dilakukan langsung oleh Dinas Pendidikan (Disdik).

"Melalui Peraturan Wali Kota, guru pengawas kami yang tetapkan," ungkapnya.

Rencananya, kata dia, penambahan tugas guru pengawas di setiap sekolah bisa mencegah terjadinya penyimpangan yang di lakukan pihak sekolah. Untuk itu pihaknya akan mengusulkan wewenang guru pengawas dan pengangkatan kembali guru pengawas untuk SMK.

Guru pengawas ini bertugas melakukan pengawasan ke seluruh sekolah swasta dan negeri. Sejauh ini jumlah SMP swasta dan negeri mencapai 250 sekolah, jumlah SMA swasta dan negeri mencapai 80 sekolah, dan untuk sekolah SMK negeri dan swasta jumlahnya cukup besar yakni mencapai 120 bangunan.
(mhd)
Berita Terkait
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Kasus Rudapaksa Dokter...
Kasus Rudapaksa Dokter PPDS, Menkes: Pendidikan Kedokteran Perlu Dibenahi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
KPK Sebut Pendidikan...
KPK Sebut Pendidikan di Indonesia Masih Berorientasi Uang
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
24 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
50 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved