Sistem Penganggaran DKI Rawan Mafia

Kamis, 18 September 2014 - 00:20 WIB
Sistem Penganggaran...
Sistem Penganggaran DKI Rawan Mafia
A A A
JAKARTA - Sistem penganggaran Pemprov DKI Jakarta belum bisa lepas dari gurita mafia. Sehingga potensi korupsi belum dapat dipastikan dapat terhapus.

Pada 2014 ini Pemprov DKI Jakarta menggelorakan transparansi anggaran dengan menggunakan sistem penganggaran elektronik (e-budgeting).

Diyakini dapat mengantisipasi terjadinya duplikasi mata anggaran antara satuan kerja perangkat daerah (SKPD) maupun internal unit kerja perangkat daerah (UKPD).

Akan tetapi menurut Peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam, sistem tersebut tidak dapat dipastikan bebas dari ancaman korupsi.

Sebab, modus upaya koruptif itu dimulai dari perencanaan anggaran. Dalam perencanaan itu belum memerhatikan aspek efesiensi dan efektivitas.

Sehingga terdapat anggaran untuk pengadaan maupun belanja lainnya yang dikira tidak penting tetap dianggarkan.

"Nilainya cukup besar dan beragam," ungkap Roy Salam di sela-sela diskusi Anggaran Infrastruktur Jakarta yang diselenggarakan oleh IBC di bilangan Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Rabu 16 September kemarin.

Dia melihat mafia anggaran di DKI Jakarta terstruktur dan bekerja secara masif.

Mereka melibatkan beragam unsur, mulai dari birokrat, pejabat pemegang kebijakan, oknum politisi di partai politik, dan pengusaha.

Namun dominasi pengaruh dari kalangan pengusaha sangat tinggi. Kalangan itu menyetir dan mencari celah sistem anggaran yang ada.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui rendahnya penyerapan anggaran tahun ini.

Di kwartal kedua penyerapan anggaran baru mencapai 30%. Sisa tahun anggaran hanya tiga bulan lagi.

Dia menyalahkan kelambanan penyerapan itu kepada anak buahnya. Banyak pejabat di setiap SKPD belum menjalankan sistem di e-budgeting dengan baik.

Mata anggaran di e-calatogue masih bercampur baur. "Harga satuan belum dimasuki," ujarnya.

Dia berkilah dengan lambannya penyerapan anggaran untuk mengamankan anggaran yang ada.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
3 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved