Bocah Cerdas Itu Jadi Korban Kecelakaan Maut di Batang
Senin, 15 September 2014 - 17:01 WIB
Bocah Cerdas Itu Jadi Korban Kecelakaan Maut di Batang
A
A
A
SEMARANG - Kecelakaan maut di Batang, Jawa Tengah, merenggut nyawa lima orang. Salah satunya, Fatimah Azahra yang berusia 5 tahun.
"Zahra itu anaknya lucu sekali. Dia sangat agresif dan cerdas. Sabtu sebelum berangkat rekreasi dia juga main ke rumah saya dan mengajak saya ikut ke Bandung. Saya tidak menyangka dia (Zahra) begitu cepat meninggalkan kami," kata Sutiyem (61), tetangga Zahra, Senin (15/9/2014).
Korban lain dalam kecelakaan maut itu adalah Sutriana. Saudara Sutriana, Mulyani (35), mengatakan, awalnya suami dan ibu dari Sutriana melarang dirinya ikut dalam acara rekreasi itu. Namun, Sutriana tetap nekat ikut dan menjadi korban dalam kecelakaan.
"Sudah dilarang sama suami dan ibunya, tapi tetap nekat saja. Mungkin sudah jalannya seperti ini," pungkasnya.
Hingga sore hari, jenazah Temu Pancawati, Zahra, dan Sutriana, belum tiba di rumah duka. Rencananya, ketiga jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) terdekat di wilayah tersebut.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Batang, Jawa Tengah. Minibus berpenumpang sembilan orang terguling dan menabrak truk dari arah berlawanan. Akibatnya, lima orang tewas, enam lainnya luka.
Kecelakaan maut tersebut terjadi di jalur pantura Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Batang, Jawa Tengah, Senin (15/9/2014) pagi.
Diduga, kecelakaan maut ini akibat sopir minibus Daihatsu Luxio H 9285 VR yang melaju dari arah barat mengantuk dan oleng ke kiri. Sopir kemudian banting kemudi ke kanan, terguling hingga akhirnya menabrak truk bernopol N 8663 UZ yang bermuatan pepaya, yang melaju dari arah timur.
"Zahra itu anaknya lucu sekali. Dia sangat agresif dan cerdas. Sabtu sebelum berangkat rekreasi dia juga main ke rumah saya dan mengajak saya ikut ke Bandung. Saya tidak menyangka dia (Zahra) begitu cepat meninggalkan kami," kata Sutiyem (61), tetangga Zahra, Senin (15/9/2014).
Korban lain dalam kecelakaan maut itu adalah Sutriana. Saudara Sutriana, Mulyani (35), mengatakan, awalnya suami dan ibu dari Sutriana melarang dirinya ikut dalam acara rekreasi itu. Namun, Sutriana tetap nekat ikut dan menjadi korban dalam kecelakaan.
"Sudah dilarang sama suami dan ibunya, tapi tetap nekat saja. Mungkin sudah jalannya seperti ini," pungkasnya.
Hingga sore hari, jenazah Temu Pancawati, Zahra, dan Sutriana, belum tiba di rumah duka. Rencananya, ketiga jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) terdekat di wilayah tersebut.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Batang, Jawa Tengah. Minibus berpenumpang sembilan orang terguling dan menabrak truk dari arah berlawanan. Akibatnya, lima orang tewas, enam lainnya luka.
Kecelakaan maut tersebut terjadi di jalur pantura Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Batang, Jawa Tengah, Senin (15/9/2014) pagi.
Diduga, kecelakaan maut ini akibat sopir minibus Daihatsu Luxio H 9285 VR yang melaju dari arah barat mengantuk dan oleng ke kiri. Sopir kemudian banting kemudi ke kanan, terguling hingga akhirnya menabrak truk bernopol N 8663 UZ yang bermuatan pepaya, yang melaju dari arah timur.
(zik)