Puluhan Buruh Garmen Terkena PHK Sepihak

Senin, 18 Agustus 2014 - 15:08 WIB
Puluhan Buruh Garmen...
Puluhan Buruh Garmen Terkena PHK Sepihak
A A A
SUKABUMI - Puluhan buruh PT Pandu Dewanata menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak oleh perusahaannya. Kondisi tersebut memicu ratusan buruh lainnya berunjukrasa, Senin (18/8/2014).

Informasi yang dihimpun, PHK sepihak yang dilakukan manajemen perusahaan garmen itu terjadi sejak pekan silam. Selain diberhentikan tanpa alasan, puluhan buruh yang mayoritas perempuan itu juga tidak mendapatkan haknya sebagai pekerja, terutama bagi buruh yang masa kerjanya telah lebih dari satu tahun.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Aam Amar Halim mengaku telah menerima laporan mengenai dugaan PHK sepihak oleh PT Pandu Dewanata terhadap puluhan pekerjanya.

Namun untuk memastikan laporan tersebut, Aam menegaskan akan segera memanggil pihak manajemen perusahaan.

"Jika keputusan perusahaan itu terbukti mengarah pada tindakan PHK sepihak, maka kami akan memberikan sanksi dengan kewajiban membayarkan seluruh hak-hak pekerjanya. Kasus ini akan kami tangani secara serius, dengan langkah awal pemanggilan terlebih dahulu dan dimungkinkan mediasi antara perusahaan dengan pekerjanya yang terkena PHK," beber Aam kepada wartawan.

Sementara itu ratusan buruh PT Pandu Dewanata menggelar unjukrasa di areal parkir perusahaan di Jalan Raya Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (18/8/2014).

Mereka tidak hanya memprotes tindakan PHK sepihak saja, tetapi juga menuntut pemberian masa cuti bagi buruh wanita yang tengah hamil serta penambahan jam istirahat.

"Pihak perusahaan telah memperlakukan pekerjanya dengan semena-mena, kami diharuskan bekerja dua kali lebih berat setelah adanya PHK," ujar En, salah seorang buruh.
(sms)
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
3.188 Buruh di Purwakarta...
3.188 Buruh di Purwakarta Terkena PHK Massal
46.000 Pekerja Diterjang...
46.000 Pekerja Diterjang Badai PHK, Korban Terbanyak Jateng dan Jakarta
Badai PHK Massal Hantam...
Badai PHK Massal Hantam Otomotif Eropa: Renault Siap Pangkas 3.000 Karyawan, Total Korban Tembus 34.000 Jiwa di 2025!
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
54 menit yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
1 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
3 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
3 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
4 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved