Diduga Cabuli 3 Bocah, Rumah Mantan Pemain Badut Dibakar
Rabu, 13 Agustus 2014 - 02:30 WIB
Diduga Cabuli 3 Bocah, Rumah Mantan Pemain Badut Dibakar
A
A
A
BOGOR - Rumah gubuk milik Suminta alias Pak Eming (70), mantan pemain badut asal Kampung Kebon Jukut, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor dibakar massa lantaran diduga telah mencabuli tiga bocah di bawah umur.
Informasi dihimpun menyebutkan, aksi pembakaran itu dipicu lantaran pihak keluarga korban yang merupakan warga Kampung Pulo Geulis, RT 04/05, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor kesal setelah mengetahui NA (9), anaknya telah dicabuli pelaku pada Jumat 8 Agustus 2014.
Keluarga korban beserta warga lainnya yang baru mengetahui anak-anaknya telah diperlakukan tidak senonoh langsung mendatangi rumah pelaku yang jaraknya sekitar 500 meter dibatasi sungai Ciliwung itu.
"Iya tadi jam 17.30 WIB, warga Pulo datang ke sini mencari pelaku. Karena kesal pelaku dicari-cari tidak ada dirumahnya, warga langsung membakarnya," kata Nyai (57), tetangga pelaku, Selasa 12 Agustus 2014.
Lebih lanjut ia menuturkan, kesehariannya pelaku sejak tidak lagi berprofesi sebagai pemain badut hanyalah bekerja serabutan. "Orangnya senang main judi, jadi peralatan badut dan rumahnya dahulu habis dijual," katanya.
Sementara itu, Ita Juhaeni (31), orang tua NA (korban) menyebutkan, aksi bejat pelaku diketahui pada Jumat sore beberapa jam setelah anaknya dicabuli oleh pelaku dirumahnya yang dibakar massa.
"Awalnya saya pikir cuma dipegang sama dicium-cium saja. Makanya kita cuek saja. Tapi beberapa hari terakhir anak saya jadi pendiam, setelah didesak dan ditanya anak saya mengaku sempat dipegang payudara dan kelaminnya. Bahkan pelaku sempat menempelkan kelaminnya ke perut anak saya," ujar Ita saat ditemui dikediamannya.
Saat itu juga Ita langsung melaporkan ke Engkus (36), suaminya dan mendatangi rumah ketua RT setempat dan melaporkan ke Polsek Bogor Tengah.
"Laporannya baru tadi, dan besok anak saya dan teman-temannya yang jadi korban pencabulan akan melakukan visum untuk melengkapi laporan," ungkapnya.
Ita menuturkan, pelaku sempat memberi uang kepada anaknya setelah mencabuli. "Tapi cuma anak saya saja yang dikasih uang Rp4.000. Kalau dua orang temannya enggak," tandasnya.
Informasi dihimpun menyebutkan, aksi pembakaran itu dipicu lantaran pihak keluarga korban yang merupakan warga Kampung Pulo Geulis, RT 04/05, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor kesal setelah mengetahui NA (9), anaknya telah dicabuli pelaku pada Jumat 8 Agustus 2014.
Keluarga korban beserta warga lainnya yang baru mengetahui anak-anaknya telah diperlakukan tidak senonoh langsung mendatangi rumah pelaku yang jaraknya sekitar 500 meter dibatasi sungai Ciliwung itu.
"Iya tadi jam 17.30 WIB, warga Pulo datang ke sini mencari pelaku. Karena kesal pelaku dicari-cari tidak ada dirumahnya, warga langsung membakarnya," kata Nyai (57), tetangga pelaku, Selasa 12 Agustus 2014.
Lebih lanjut ia menuturkan, kesehariannya pelaku sejak tidak lagi berprofesi sebagai pemain badut hanyalah bekerja serabutan. "Orangnya senang main judi, jadi peralatan badut dan rumahnya dahulu habis dijual," katanya.
Sementara itu, Ita Juhaeni (31), orang tua NA (korban) menyebutkan, aksi bejat pelaku diketahui pada Jumat sore beberapa jam setelah anaknya dicabuli oleh pelaku dirumahnya yang dibakar massa.
"Awalnya saya pikir cuma dipegang sama dicium-cium saja. Makanya kita cuek saja. Tapi beberapa hari terakhir anak saya jadi pendiam, setelah didesak dan ditanya anak saya mengaku sempat dipegang payudara dan kelaminnya. Bahkan pelaku sempat menempelkan kelaminnya ke perut anak saya," ujar Ita saat ditemui dikediamannya.
Saat itu juga Ita langsung melaporkan ke Engkus (36), suaminya dan mendatangi rumah ketua RT setempat dan melaporkan ke Polsek Bogor Tengah.
"Laporannya baru tadi, dan besok anak saya dan teman-temannya yang jadi korban pencabulan akan melakukan visum untuk melengkapi laporan," ungkapnya.
Ita menuturkan, pelaku sempat memberi uang kepada anaknya setelah mencabuli. "Tapi cuma anak saya saja yang dikasih uang Rp4.000. Kalau dua orang temannya enggak," tandasnya.
(mhd)