Hadapi Anak Jalanan, Pemerintah Harus Tegas

Selasa, 22 Juli 2014 - 19:30 WIB
Hadapi Anak Jalanan,...
Hadapi Anak Jalanan, Pemerintah Harus Tegas
A A A
SEMARANG - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah Mahmud Mahfud mengakui kesulitan yang dihadapi pemerintah dalam mengatasi permasalahan anak–anak jalanan.

"Pemerintah punya rehabilitasi sosial, baik di tingkat kabupaten/kota, maupun provinsi. Namun kenyataannya itu tak diminati," katanya, kepada wartawan, Selasa (22/7/2014).

Ditambahkan dia, beberapa anak yang awalnya dibawa ke tempat rehabilitasi sosial, ternyata tidak betah berada di sana, dan melarikan diri. Mereka kemudian kembali menjadi anak jalanan lagi, karena merasa sangat bebas.

"Jalanan bagi mereka adalah tempat yang cukup menjanjikan penghasilan. Misal, anak jalanan ngamen dikasih Rp1.000 per mobil. Kalau ada 100 mobil setiap hari, maka Rp300 ribu per hari, sebulan berapa? Tinggal dikalikan," ungkapnya.

Pemerintah, kata Mahmud, sebenarnya bisa mengambil sikap tegas dengan merazia anak–anak jalanan, kemudian ditempatkan di pusat rehabilitasi sosial, diberi keterampilan, dan santuan hingga mereka bisa mandiri sendiri.

“Itu ada di Pasal 34 UUD 1945. Itu sudah cukup. Negara, dalam hal ini, pemerintah bisa memaksa (anak jalanan) untuk direhabilitasi, ini untuk menyelamatkan generasi," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah Yusadar Armunanto mengatakan, cara–cara inovatif terus dilakukan. Ini terkait persoalan anak–anak jalanan.

“Kalau dulu kami fokus ke anak–anaknya (langsung), sekarang ke masyarakatnya. Di antaranya, memberi imbauan agar tidak memberikan mereka uang atau barang di jalanan. Disiarkan lewat suara di traffic announcer point system,” timpalnya.

Lebih lanjut, dia sepakat meningkatkan pembinaan mental. Untuk itu pihaknya bekerja sama dengan Rindam IV/Diponegoro lewat Kegiatan Pembinaan Karakter sejak 2011.

Jumlah peserta Pembinaan Karakter yang lulus mulai 2011–2014 sebanyak 385 peserta. Rinciannya 100 peserta di tahun 2011, 120 peserta di tahun 2012, 90 peserta di tahun 2013, dan 75 peserta di tahun 2014.

“Kami juga melakukan penanganan dengan instansi terkait selain persoalan anak jalanan. Bisa juga anak–anak nakal hingga kasus napza (narkotika psikotropika dan zat adiktif),” ungkapnya.

Untuk anak jalanan, Dinas Sosial Provinsi Jateng mendata ada 3.653 jiwa, itu pada 2013. Itu terdiri atas 3167 laki – laki dan 486 perempuan. Itu terprosentase 0,073 persen dari jumlah populasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jawa Tengah.
(san)
Berita Terkait
Anak Jalanan A New Beginning...
Anak Jalanan A New Beginning Tayang Hari Ini di GTV
Trending Topic Jelang...
Trending Topic Jelang Premiere Anak Jalanan A New Beginning GTV, Bikin Pemirsa Auto Gak Sabar
Beralas Terpal, Begini...
Beralas Terpal, Begini Semangat Belajar Anak-anak Jalanan Saat Menimba Ilmu
Nonton Anak Jalanan:...
Nonton Anak Jalanan: A New Beginning di Vision+, Akankah Geng Serigala Habisi Anres Adelio?
Bersama Rayakan Sejenak...
Bersama Rayakan Sejenak Ramadan Jadi Waktu Tepat Dukung Pendidikan Anak Jalanan
Kisah Cinta Boy dan...
Kisah Cinta Boy dan Reva Kembali Diuji, Saksikan Anak Jalanan A New Beginning di GTV
Berita Terkini
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
7 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
3 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved