Ahok Mengaku Senang Cari Gara-gara
Sabtu, 05 Juli 2014 - 11:35 WIB
Ahok Mengaku Senang Cari Gara-gara
A
A
A
JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan autodebet setoran PKL untuk Pemprov DKI untuk mengantisipasi adanya preman yang kerap mengutip uang kepada PKL.
"Ini kan resmi, bego aja kalau PKL masih mau bayar ke preman. Kalau gitu, gue ubah Perda naikin jadi Rp20 ribu, wah lebih kaya lagi. Paling PKL demo cari alasan enggak setuju Ahok jadi Gubernur. Tidak apa, gue mah seneng cari gara-gara, sudah diprediksi. Lihat saja nanti 2017 dipilih atau enggak," tukas Ahok di Balai Kota DKI, Jumat 4 Juli 2014.
Untuk ujicoba autodebet PKL, akan berlangsung sekitar 5-6 bulan. Pasalnya nantinya seluruh PKL yang telah didata akan memiliki tabungan dan kartu yang diperuntukkan untuk di autodebet.
"Kita ujicoba PKL yang ada 2.000-an itu, sekitar 5-6 bulan," ujarnya.
Ahok yakin jika sudah dilakukan autodebet maka itu akan menekan PKL baru dan tentunya menambah kas negara.
"Masuk ke kas daerah. Gue yakin dapatnya banyak kita. Mereka juga senang kan. Kamu hitung saja, 200 ribu PKL kalau sehari itu 4.000 rupiah sudah 800 juta. 100 hari udah 8 triliun, coba kalau 365 hari bagaimana tuh," tukasnya.
"Ini kan resmi, bego aja kalau PKL masih mau bayar ke preman. Kalau gitu, gue ubah Perda naikin jadi Rp20 ribu, wah lebih kaya lagi. Paling PKL demo cari alasan enggak setuju Ahok jadi Gubernur. Tidak apa, gue mah seneng cari gara-gara, sudah diprediksi. Lihat saja nanti 2017 dipilih atau enggak," tukas Ahok di Balai Kota DKI, Jumat 4 Juli 2014.
Untuk ujicoba autodebet PKL, akan berlangsung sekitar 5-6 bulan. Pasalnya nantinya seluruh PKL yang telah didata akan memiliki tabungan dan kartu yang diperuntukkan untuk di autodebet.
"Kita ujicoba PKL yang ada 2.000-an itu, sekitar 5-6 bulan," ujarnya.
Ahok yakin jika sudah dilakukan autodebet maka itu akan menekan PKL baru dan tentunya menambah kas negara.
"Masuk ke kas daerah. Gue yakin dapatnya banyak kita. Mereka juga senang kan. Kamu hitung saja, 200 ribu PKL kalau sehari itu 4.000 rupiah sudah 800 juta. 100 hari udah 8 triliun, coba kalau 365 hari bagaimana tuh," tukasnya.
(ysw)