Bobol Pintu Rumah, Pencuri Gasak Emas Rp40 Juta
Senin, 30 Juni 2014 - 17:35 WIB
Bobol Pintu Rumah, Pencuri Gasak Emas Rp40 Juta
A
A
A
SEMARANG - Rumah milik Rudi Kurniawan (31), yang terletak di Batan Miroto, Nomor 533, RT 5/2 Semarang Tengah, dibobol pencuri. Sejumlah barang berharga termasuk emas 100 gram senilai Rp40 juta lenyap dibawa kabur pencuri.
Aksi pencurian tersebut diketahui Rudi saat pulang dari bekerja pada Sabtu (28/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu dirinya terkejut melihat kondisi pintu pagar rumahnya sudah terbuka. "Saya terkejut melihat gembok pagar sudah rusak dan pagar terbuka. Setelah masuk, pintu depan juga sudah terbuka lebar. Kemungkinan dicongkel paksa oleh pencurinya," kata Rudi saat melaporkan kejadian itu, Senin (30/6/2014).
Keterkejutan Rudi bertambah saat melihat kondisi di dalam rumah yang sudah acak-acakan. Kemudian, Rudi langsung memeriksa barang-barangnya dan diketahui beberapa barang berharganya hilang. "Ada emas seberat 100 gram di dalam kamar, jam tangan dan barang berharga lainnya semuanya hilang. Jika ditaksir, kerugian lebih dari Rp45 juta," imbuhnya.
Rudi sudah mencoba bertanya kepada tetangga mengenai aksi pencurian itu. Namun, mereka semua mengaku tidak mengetahuinya. "Tetangga tidak ada yang tahu, mungkin para pelaku beraksi saat tetangga sedang berada di rumah," paparnya.
Sebelum peristiwa pencurian itu, Rudi mengaku rumah memang ditinggalkan dalam keadaan kosong sejak pukul 15.30 WIB. Saat itu, dirinya berangkat kerja seperti biasanya, sedangkan orangtua dan adiknya belum pulang ke rumah. "Rumah memang kosong, saya pergi kerja dan yang lain juga pergi sejak siang. Jadi kemungkinan aksi itu dilakukan pada siang hari," pungkasnya.
Kasus yang dalami Rudi kini sedang dalam proses penyelidikan polisi. "Akan kami dalami laporannya termasuk menanyakan kepada saksi-saksi terkait laporan itu," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto.
Lebih lanjut Wika mengimbau kepada masyarakat agar menjadikan kasus tersebut sebagai pembelajaran. Sehingga, kasus serupa tidak akan terjadi di kemudian hari. "Jangan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong meskipun di siang hari. Lebih baik meminta bantuan tetangga untuk menjaga rumah jika memang tidak ada seorang pun yang ditinggal di rumah," pungkasnya.
Aksi pencurian tersebut diketahui Rudi saat pulang dari bekerja pada Sabtu (28/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu dirinya terkejut melihat kondisi pintu pagar rumahnya sudah terbuka. "Saya terkejut melihat gembok pagar sudah rusak dan pagar terbuka. Setelah masuk, pintu depan juga sudah terbuka lebar. Kemungkinan dicongkel paksa oleh pencurinya," kata Rudi saat melaporkan kejadian itu, Senin (30/6/2014).
Keterkejutan Rudi bertambah saat melihat kondisi di dalam rumah yang sudah acak-acakan. Kemudian, Rudi langsung memeriksa barang-barangnya dan diketahui beberapa barang berharganya hilang. "Ada emas seberat 100 gram di dalam kamar, jam tangan dan barang berharga lainnya semuanya hilang. Jika ditaksir, kerugian lebih dari Rp45 juta," imbuhnya.
Rudi sudah mencoba bertanya kepada tetangga mengenai aksi pencurian itu. Namun, mereka semua mengaku tidak mengetahuinya. "Tetangga tidak ada yang tahu, mungkin para pelaku beraksi saat tetangga sedang berada di rumah," paparnya.
Sebelum peristiwa pencurian itu, Rudi mengaku rumah memang ditinggalkan dalam keadaan kosong sejak pukul 15.30 WIB. Saat itu, dirinya berangkat kerja seperti biasanya, sedangkan orangtua dan adiknya belum pulang ke rumah. "Rumah memang kosong, saya pergi kerja dan yang lain juga pergi sejak siang. Jadi kemungkinan aksi itu dilakukan pada siang hari," pungkasnya.
Kasus yang dalami Rudi kini sedang dalam proses penyelidikan polisi. "Akan kami dalami laporannya termasuk menanyakan kepada saksi-saksi terkait laporan itu," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto.
Lebih lanjut Wika mengimbau kepada masyarakat agar menjadikan kasus tersebut sebagai pembelajaran. Sehingga, kasus serupa tidak akan terjadi di kemudian hari. "Jangan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong meskipun di siang hari. Lebih baik meminta bantuan tetangga untuk menjaga rumah jika memang tidak ada seorang pun yang ditinggal di rumah," pungkasnya.
(zik)