Banyak Kasus Tak Rampung, Kapolda DIY Dicopot

Jum'at, 27 Juni 2014 - 15:23 WIB
Banyak Kasus Tak Rampung,...
Banyak Kasus Tak Rampung, Kapolda DIY Dicopot
A A A
YOGYAKARTA - Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astana dimutasi dari jabatannya, diduga karena tak mampu menyelesaikan berbagai kasus kekerasan yang terjadi di Yogyakarta.

LSM yang mengkritisi kinerja polisi, Jogja Police Wacth tak ingin berspekulasi mengenai penyebab pemutasian pucuk pimpinan polisi di DIY tersebut. Begitu juga dia tak ingin menilai baik buruknya kinerja Haka Astana.

"Terkait dengan penilaian buruk atau tidaknya dari Haka, silahkan masyarakat yang menilai," kata Humas JPW Baharudin Kamba, kepada wartawan, Jumat (27/6/2014).

Tantangan terberat bagi kapolda yang baru, kata Kamba, penuntasan kasus Udin, dan kasus-kasus kekerasan lainnya. Selain itu, pengamanan jalannya pilpres dan bulan suci Ramadan.

"Sebentar lagi Ramadan, jangan sampai ada aksi sweeping maupun razia yang dilakukan ormas tertentu dengan melakukan tindakan anarkis, karena dinilai kepolisian lemah dalam penindakan tempat-tempat hiburan, tapi masih beroperasi," imbuhnya.

Sementara Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti menepis anggapan pemutasian Haka Astana karena dinilai tak mampu menyelesaikan masalah, khususnya kekerasan di Yogyakarta.

"Mutasi itu tidak ada kaitannya dengan kondisi dan situasi di DIY belakangan terjadi, ini hal yang wajar," kata Anny kepada wartawan.

Anny menyampaikan, Haka Astana menjabat Kapolda DIY sejak 8 April 2013 lalu. Selanjutnya, dia akan menjadi Staf Ahli Manajemen Kapolri. Haka diganti oleh Brigjen Pol Oerip Soebagyo. Oerip sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kapolda Sumatera Selatan.

"Memang benar ada rotasi tersebut. Kita telah menerima Telegram Rahasia (TR) Kapolri No ST/1341/VI/2014 tertanggal 25 Juni 2014 kemarin. Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astana akan dipromosikan naik satu tingkat menjadi staf ahli manajemen kapolri," katanya.

Disinggung kapan pelaksanaan sertijab, Anny belum mengetahuinya. "Sertijab belum tahu kapan akan dilaksanakan," ujarnya.
(san)
Berita Terkait
Dukung Profesionalisme...
Dukung Profesionalisme Polri, Sahabat Polisi Indonesia Kunjungi Senat Sespimti Polri
Mahasiswa UI Tewas Ditabrak...
Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Tim Advokasi Pertanyakan Profesionalisme Polisi
Rasa Keadilan dan Profesionalisme...
Rasa Keadilan dan Profesionalisme Polri
TNI Kawal Demokrasi...
TNI Kawal Demokrasi Tegaskan Nilai Profesionalisme
Dewan Pers Minta Jurnalis...
Dewan Pers Minta Jurnalis Tingkatkan Profesionalisme
Profesionalisme Birokrasi...
Profesionalisme Birokrasi dalam Pusaran Tahun Politik
Berita Terkini
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
6 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
13 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved