2 Napi Kasus Korupsi Konsumsi Sabu di Kamar Mandi

Minggu, 15 Juni 2014 - 17:13 WIB
2 Napi Kasus Korupsi...
2 Napi Kasus Korupsi Konsumsi Sabu di Kamar Mandi
A A A
MAKASSAR - Dua narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sari Makassar ditemukan mengonsumsi sabu sabu saat berada di kamar mandi. Keduanya adalah Riswan dan Ridwan yang telah divonis dalam kasus Korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos).

Penangkapan kedua napi ini ditemukan oleh petugas patroli sipir Lapas sekira pukul 19.30, Wita, Sabtu 14 Juni 2014 di kamar mandi blok I dan berhasil menyita 2 korek gas, 1 bong, 1 pireks, 1 buah gelas platsik.

Peristiwa yang terjadi di dalam Lapas Gunung Sari merupakan kelalaian para petugas yang kecolongan terhadap masuknya barang haram tersebut.

Pihak Lapas yang hendak dikonfirmasi terkait hal itu enggan dikonfirmasi wartawan saat mendatangi Lapas yang beralamatkan Jalan Sultan Alauddin tersebut.

"Kepala Lapas tidak berada di tempat, hanya dia yang bisa dikonfirmasi," kata salah satu petugas lapas.

Sementara Kanit Reskrim Polsekta Rappocini, Iptu Agussalim, mengatakan saat mendapatkan laporan pihak lapas, timnya langsung terjun ke lokasi mengamankannya.

Dua napi yang diamankan mengonsumsi narkoba setelah dilakukan interogasi mengaku barang haram tersebut didapatkan dari seorang rekan tahanannya bernama Oscar, napi kasus pembunuhan,

"Hasil pengembangan, petugas sipir lapas melakukan penggeledahan di kamar Oscar dan ditemukan 1 sachet kecil berisi butiran kristal. Ketiga pelaku sudah diamankan di Mapolsek guna penyelidikan," kata Agussalim, Minggu, (15/6/2014).

Mengenai masuknya peredaran narkoba di dalam Lapas, mantan Panit Reskrim Polsek Tanete Riattang, Bone ini menjelaskan jika barang haram tersebut diperoleh dari pengunjung. Belum diketahui apakah, dia memesan atau bagaimana.

Sementara itu, Kadiv Kemenhukam Sulsel, Haru Tamtomo, mengatakan belum bisa memberikan banyak keterangan. Namun Heru mengaku kalau dirinya mendapat laporan dari Lapas Gunung Sari kalau ada dua pelaku pemakai sabu ditangkap berdasarkan patroli dari petugas yang menemukan di dalam kamar mandi hingga diproses di kepolisian.

"Bukan berarti petugas kecolongan, tiap hari sekitar 300 pengunjung yang masuk tidak mungkin tidak lolos dari pemeriksaan di seluruh tubuh mereka. Kita sudah berusaha maksimal, mereka juga maksimal meloloskan barangnya. Kendati, demikian kedepannya akan dilakukan evaluasi dari kasus yang ditemukan," tandas Haru.
(sms)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
19 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
27 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
38 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved