Jenuh Kemacetan, Warga Berangkat Lebih Awal
Selasa, 10 Juni 2014 - 13:43 WIB
Jenuh Kemacetan, Warga Berangkat Lebih Awal
A
A
A
DEPOK - Kemacetan yang kian parah membuat masyarakat harus lebih awal untuk menuju lokasi tujuan. Salah satunya warga Depok yang ingin ke Jakarta, harus rela berangkat sedari pagi.
Delta Tirta (35), karyawan event organizer mengatakan, dirinya harus berangkat lebih pagi agar tidak telat sampai kantor. Dia harus meluangkan waktu tiga jam lebih untuk sampai ke Jakarta.
"Kalau ada meeting ke Jakarta pukul 09.00 WIB, saya harus berangkat jam 05.00 WIB," kata wanita yang tinggal di Jatijajar, Depok, Selasa (10/6/2014).
Tirta menuturkan, ada dua titik kemacetan yang cukup parah yaitu Jalan Margonda dan kemacetan di Jakarta. "Kalau berangkat telat 15 menit saja, sudah pasti kena macet parah," ungkapnya.
Sebelum mengalami kemacetan di Jakarta, dia harus menembus kemacetan di Lenteng Agung, Tanjung Barat, Pasar Minggu hingga Pancoran. "Biasanya saya ke kawasan Semanggi. Dan macetnya memang parah, malah kadang stuck," ujarnya.
Dia mengakui, kemacetan itu membuat dirinya jenuh, dan kesal. "Bagaimana enggak (jenuh), waktu kita habis di jalanan," katanya.
Selain itu, Rilla Dona, warga Bojong Gede, Bogor ini mengaku, dirinya malas membawa kendaraan sendiri karena kemacetan tersebut. "Capek kalau bawa mobil sendiri. Kalau lagi ada tebengan ya nebeng, kalau enggak, biasanya naik kereta," ujarnya.
Sama seperti Tirta, Rilla pun mengaku jenuh dengan kemacetan Jakarta. Sehingga sangat jarang membawa kendaraan pribadi. "Keluhannya juga sama pasti, pada bosan dengan macet. Bawa mobil kalau ada perlu saja atau hanya pas Lebaran karena jalanan sepi," katanya.
Delta Tirta (35), karyawan event organizer mengatakan, dirinya harus berangkat lebih pagi agar tidak telat sampai kantor. Dia harus meluangkan waktu tiga jam lebih untuk sampai ke Jakarta.
"Kalau ada meeting ke Jakarta pukul 09.00 WIB, saya harus berangkat jam 05.00 WIB," kata wanita yang tinggal di Jatijajar, Depok, Selasa (10/6/2014).
Tirta menuturkan, ada dua titik kemacetan yang cukup parah yaitu Jalan Margonda dan kemacetan di Jakarta. "Kalau berangkat telat 15 menit saja, sudah pasti kena macet parah," ungkapnya.
Sebelum mengalami kemacetan di Jakarta, dia harus menembus kemacetan di Lenteng Agung, Tanjung Barat, Pasar Minggu hingga Pancoran. "Biasanya saya ke kawasan Semanggi. Dan macetnya memang parah, malah kadang stuck," ujarnya.
Dia mengakui, kemacetan itu membuat dirinya jenuh, dan kesal. "Bagaimana enggak (jenuh), waktu kita habis di jalanan," katanya.
Selain itu, Rilla Dona, warga Bojong Gede, Bogor ini mengaku, dirinya malas membawa kendaraan sendiri karena kemacetan tersebut. "Capek kalau bawa mobil sendiri. Kalau lagi ada tebengan ya nebeng, kalau enggak, biasanya naik kereta," ujarnya.
Sama seperti Tirta, Rilla pun mengaku jenuh dengan kemacetan Jakarta. Sehingga sangat jarang membawa kendaraan pribadi. "Keluhannya juga sama pasti, pada bosan dengan macet. Bawa mobil kalau ada perlu saja atau hanya pas Lebaran karena jalanan sepi," katanya.
(mhd)