Sistem Satu Arah JLNT Antasari Dinilai Efektif
Jum'at, 06 Juni 2014 - 15:56 WIB
Sistem Satu Arah JLNT Antasari Dinilai Efektif
A
A
A
JAKARTA - Pemberlakuan sistem satu arah Jalan Layang Non Tol (JLNT) Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, menuju Blok M untuk mengurangi kemacetan berjalan cukup efektif. Arus lalu lintas kendaraan dari Jalan TB Simatupang berjalan lancar.
Berdasarkan pantauan SINDO, pihak Satlantas Polres Jakarta Selatan sudah mulai membuka pembatas jalan berwarna orange sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.
Kendaraan dari arah TB Simatupang, diperbolehkan masuk ke JLNT Pangeran Antasari, sebelum perempatan Cipete Selatan melalui jalur yang biasanya untuk turun dari arah Blok M.
Haryadi (37), salah seorang pengendara yang melintasi jalur tersebut mengatakan, efek diberlakukannya sistem satu arah ini cukup terasa. Tidak ada penumpukan panjang kendaraan.
"Ini lancar sekali, biasanya untuk tempuh dari TB Simatupang ke pintu masuk JLNT bisa memakan waktu 20 menit. Sekarang hanya lima menit," kata pengemudi mobil Honda CRV B 6287 JIL kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/6/2014).
Menurut Haryadi, selama ini kemacetan yang terjadi akibat adanya penyempitan jalan dari arah Jalan TB Simatupang menuju perempatan Cipete Selatan. Hal ini diakibatkan adanya jalur turun JLNT dari arah Blok M.
"Memang masalah macetnya itu ya karena ada jalur turun. Yang tadinya agak luas untuk dua lajur mobil, harus menyempit terlebih kalau berbarengan dengan Kopaja ataupun truk," ujarnya.
Berdasarkan pantauan SINDO, pihak Satlantas Polres Jakarta Selatan sudah mulai membuka pembatas jalan berwarna orange sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.
Kendaraan dari arah TB Simatupang, diperbolehkan masuk ke JLNT Pangeran Antasari, sebelum perempatan Cipete Selatan melalui jalur yang biasanya untuk turun dari arah Blok M.
Haryadi (37), salah seorang pengendara yang melintasi jalur tersebut mengatakan, efek diberlakukannya sistem satu arah ini cukup terasa. Tidak ada penumpukan panjang kendaraan.
"Ini lancar sekali, biasanya untuk tempuh dari TB Simatupang ke pintu masuk JLNT bisa memakan waktu 20 menit. Sekarang hanya lima menit," kata pengemudi mobil Honda CRV B 6287 JIL kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/6/2014).
Menurut Haryadi, selama ini kemacetan yang terjadi akibat adanya penyempitan jalan dari arah Jalan TB Simatupang menuju perempatan Cipete Selatan. Hal ini diakibatkan adanya jalur turun JLNT dari arah Blok M.
"Memang masalah macetnya itu ya karena ada jalur turun. Yang tadinya agak luas untuk dua lajur mobil, harus menyempit terlebih kalau berbarengan dengan Kopaja ataupun truk," ujarnya.
(mhd)