Warga Rusun Tambora Pesimis dengan Target Jokowi
Senin, 02 Juni 2014 - 18:17 WIB
Warga Rusun Tambora Pesimis dengan Target Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah warga penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tambora pesimis dapat menempati unit rusun pada September mendatang. Sebab, pengerjaan tiga blok rusun yang berlokasi di RW 11, Angke, Tambora itu baru sebatas penyelesaian lantai bangunan.
Sulastri (50), warga yang sebelumnya tinggal di Blok C No.17 unit rusun lama itu mengatakan, warga sepakat akan memberi batas waktu hingga akhir tahun untuk penyelesaian rusun tersebut. Sebab, kalau tidak selesai, warga takut kembali membayar sewa rumah yang rata-rata disewa tahunan.
"Kami sepakat akan protes dan menududuki secara paksa rusun tersebut jika Desember nanti belum rampung," kata Sulastri di rumah kontrakannya di Jalan O RT10/02, Angke, Tambora, Jakarta Barat, Senin (2/6/2014).
Sulastri menjelaskan, berdasarkan pengamatan sejumlah warga penghuni lama rusunawa yang mengontrak di sekitar rusun, pembangunan rusunawa tersebut tidak akan rampung pada September mendatang seperti apa yang dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) saat datang ke lokasi pada 16 Mei 2014 lalu.
Dari tiga tower yang sedang dibangun, kata Sulastri baru tower B yang sudah 16 lantai. Sementara Tower A dan C baru mencapai 12 lantai. Itu semua baru tahap penyelesaian pembangunan lantai.
"Kalau tidak segera pindah, kami terpaksa membayar biaya kontrakan lagi yang rata-rata seharga Rp14 juta per tahun. Jumlah itu belum ditambah bayar air dan listrik, per bulannya paling sedikit Rp100 ribu. Di rusun sebulan kan cuma Rp97 ribu, sama bayar air-listrik paling banyak Rp300 ribu," ujarnya.
Sulastri (50), warga yang sebelumnya tinggal di Blok C No.17 unit rusun lama itu mengatakan, warga sepakat akan memberi batas waktu hingga akhir tahun untuk penyelesaian rusun tersebut. Sebab, kalau tidak selesai, warga takut kembali membayar sewa rumah yang rata-rata disewa tahunan.
"Kami sepakat akan protes dan menududuki secara paksa rusun tersebut jika Desember nanti belum rampung," kata Sulastri di rumah kontrakannya di Jalan O RT10/02, Angke, Tambora, Jakarta Barat, Senin (2/6/2014).
Sulastri menjelaskan, berdasarkan pengamatan sejumlah warga penghuni lama rusunawa yang mengontrak di sekitar rusun, pembangunan rusunawa tersebut tidak akan rampung pada September mendatang seperti apa yang dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) saat datang ke lokasi pada 16 Mei 2014 lalu.
Dari tiga tower yang sedang dibangun, kata Sulastri baru tower B yang sudah 16 lantai. Sementara Tower A dan C baru mencapai 12 lantai. Itu semua baru tahap penyelesaian pembangunan lantai.
"Kalau tidak segera pindah, kami terpaksa membayar biaya kontrakan lagi yang rata-rata seharga Rp14 juta per tahun. Jumlah itu belum ditambah bayar air dan listrik, per bulannya paling sedikit Rp100 ribu. Di rusun sebulan kan cuma Rp97 ribu, sama bayar air-listrik paling banyak Rp300 ribu," ujarnya.
(mhd)