Polisi kantongi identitas bandar narkoba di Diskotek Stadium
Senin, 26 Mei 2014 - 17:03 WIB
Polisi kantongi identitas bandar narkoba di Diskotek Stadium
A
A
A
JAKARTA - Penyidik dari Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya sudah kantongi identitas pemilik ekstasi dan senpi Bareta yang ditemukan di dalam loker Diskotek Stadium, Taman Sari, Jakarta Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes pol Rikwanto mengatakan, petugas juga sudah membentuk tim khusus yang terdiri dari anggota Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya.
"Namanya sudah kita ketahui, saat ini tim sedang melakukan pengejaran dibeberapa lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyiannya," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/5/2014).
Dia melanjutkan, penyidik menduga pemilik dari pil ekstasi tersebut adalah seorang bandar besar mengingat banyaknya narkoba yang dibawanya.
"Kami menduga mereka memang jaringan besar, untuk satpam dan penanggung jawab loker diduga terlibat karena mengetahui barang haram itu," ujarnya.
Kabid melanjutkan, pelaku diduga adalah pemasok bagi bandar-bandar kecil yang beroperasi tempat hiburan disekitar lokasi termasuk Stadium.
"Ada pemasoknya dan ini termasuk pemasok besar," tukasnya.
Dia berharap, dalam waktu dekat ini seluruh pelaku bisa tertangkap sehingga bisa segera diungkap keterlibatan manajemen dalam kasus tersebut.
Rikwanto membantah penutupan Diskotek yang berada di Jakarta Barat tersebut dikarenakan adanya anggota kepolisian yang tewas karena over dosis ekstasi.
Menurutnya, penutupan tersebut dilakukan setelah ditemukan adanya dugaan pembiaran yang dilakukan oleh manajemen dengan memfasilitasi sebuah loker yang digunakan untuk menyimpan narkoba dan senjata api.
"Sebelumnya kami juga sudah mengirim surat, tapi akhirnya saat ditemukan ekstasi dan senpi di lokernya mereka tidak bisa mengelak lagi sehingga kami kirim surat rekomendasi ke Dinas Pariwisata," jelasnya.
Setelah ini, pihaknya akan melakukan pengawasan yang cukup ketat terhadap diskotek-diskotek lainnya yang ada di seluruh DKI Jakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes pol Rikwanto mengatakan, petugas juga sudah membentuk tim khusus yang terdiri dari anggota Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya.
"Namanya sudah kita ketahui, saat ini tim sedang melakukan pengejaran dibeberapa lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyiannya," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/5/2014).
Dia melanjutkan, penyidik menduga pemilik dari pil ekstasi tersebut adalah seorang bandar besar mengingat banyaknya narkoba yang dibawanya.
"Kami menduga mereka memang jaringan besar, untuk satpam dan penanggung jawab loker diduga terlibat karena mengetahui barang haram itu," ujarnya.
Kabid melanjutkan, pelaku diduga adalah pemasok bagi bandar-bandar kecil yang beroperasi tempat hiburan disekitar lokasi termasuk Stadium.
"Ada pemasoknya dan ini termasuk pemasok besar," tukasnya.
Dia berharap, dalam waktu dekat ini seluruh pelaku bisa tertangkap sehingga bisa segera diungkap keterlibatan manajemen dalam kasus tersebut.
Rikwanto membantah penutupan Diskotek yang berada di Jakarta Barat tersebut dikarenakan adanya anggota kepolisian yang tewas karena over dosis ekstasi.
Menurutnya, penutupan tersebut dilakukan setelah ditemukan adanya dugaan pembiaran yang dilakukan oleh manajemen dengan memfasilitasi sebuah loker yang digunakan untuk menyimpan narkoba dan senjata api.
"Sebelumnya kami juga sudah mengirim surat, tapi akhirnya saat ditemukan ekstasi dan senpi di lokernya mereka tidak bisa mengelak lagi sehingga kami kirim surat rekomendasi ke Dinas Pariwisata," jelasnya.
Setelah ini, pihaknya akan melakukan pengawasan yang cukup ketat terhadap diskotek-diskotek lainnya yang ada di seluruh DKI Jakarta.
(ysw)