KPAI desak 6 ABG yang terjaring BNN masuk rehab
Selasa, 13 Mei 2014 - 17:11 WIB
KPAI desak 6 ABG yang terjaring BNN masuk rehab
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada BNN agar merehabilitasi enam anak yang terkena razia rutin di dua klub hiburan malam Kemang, Jakarta Selatan, Minggu, 11 Mei 2014 dini hari.
"Kami secara formalitas memberi surat ke BNN dan BNN provinsi meminta agar keenam anak dibawah umur ini direhabilitasi untuk memberikan perlindungan anak untuk masa depan mereka juga," ujar Titik Haryati, Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan Napza kepada wartawan di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/5/2014).
Titik mengatakan bahwa anak-anak ini dapat dikatakan terkena pengaruh-pengaruh sosial lingkungan oleh teman-temannya.
"Kami sudah bertemu dengan orangtua dari keenam anak ini dan menurut orangtua anak-anak mereka bersih dari narkoba namun karena terkena pengaruh sosial," tuturnya.
Saat ini, KPAI bersama dengan orangtua masing-masing menemani keenam anak dibawah umur ini untuk melakukan assesment dengan tim dokter dari BNN.
"Harus dilakukan pendampingan, jika memungkinkan harus ada konnselor agar fisik dan psikis mereka sembuh dan menjadi generasi berkualitas," ujarnya.
"Kami secara formalitas memberi surat ke BNN dan BNN provinsi meminta agar keenam anak dibawah umur ini direhabilitasi untuk memberikan perlindungan anak untuk masa depan mereka juga," ujar Titik Haryati, Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan Napza kepada wartawan di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (13/5/2014).
Titik mengatakan bahwa anak-anak ini dapat dikatakan terkena pengaruh-pengaruh sosial lingkungan oleh teman-temannya.
"Kami sudah bertemu dengan orangtua dari keenam anak ini dan menurut orangtua anak-anak mereka bersih dari narkoba namun karena terkena pengaruh sosial," tuturnya.
Saat ini, KPAI bersama dengan orangtua masing-masing menemani keenam anak dibawah umur ini untuk melakukan assesment dengan tim dokter dari BNN.
"Harus dilakukan pendampingan, jika memungkinkan harus ada konnselor agar fisik dan psikis mereka sembuh dan menjadi generasi berkualitas," ujarnya.
(ysw)