Warga mulai menilai kalau bunuh diri itu lazim
Selasa, 13 Mei 2014 - 13:54 WIB
Warga mulai menilai kalau bunuh diri itu lazim
A
A
A
Sindonews.com - Kasus bunuh diri yang dilakukan anak setelah meracuni ibunya sendiri merupakan tindakan agresif. Namun belakangan, tingginya tingkat depresi dan stress membuat masyarakat memilih cara gampang untuk menyelesaikannya dengan bunuh diri.
"Artinya ada proses pelaziman dari suatu gejala tindakan agresif. Caranya ya bisa macam-macam seperti minum racun," kata Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Enoch Markum di Depok, Sealasa (13/5/2014).
Enoch mengatakan, sebelumnya kasus bunuh diri suatu perbuatan yang tak lazim untuk dilakukan, tetapi berjalannya waktu perbuatan itu dinilai menjadi kebiasaan seseorang untuk menuntaskan permasalahan yang ada di dunia.
"Mungkin dahulu, tindakan agresif bunuh diri adalah hal yang tidak lazim. Tapi sekarang menjadi hal yang seolah dianggap suatu kelaziman. Karena telah terjadi proses kelaziman dengan berjalannya waktu," ungkapnya.
Dalam psikologi, kata Enoch, dikenal adanya istilah decantation. Yaitu gejala yang mengganggap suatu hal yang tadinya aneh atau tidak biasa menjadi biasa. Misalnya, orangtua yang mendidik anak agar tidak takut pada suatu benda maka orangtua akan memperkenalkan benda itu pada anak secara perlahan sehingga ketakutan terhadap benda itu hilang.
Kaitan dengan kasus tersebut, kata Enoch, pelaku juga masuk dalam istilah tersebut. “Dia mengganggap tindakan agresif itu sebagai hal yang lumrah. Atau ada proses pelaziman sehingga mengganggap sebagai hal biasa," tutupnya.
"Artinya ada proses pelaziman dari suatu gejala tindakan agresif. Caranya ya bisa macam-macam seperti minum racun," kata Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Enoch Markum di Depok, Sealasa (13/5/2014).
Enoch mengatakan, sebelumnya kasus bunuh diri suatu perbuatan yang tak lazim untuk dilakukan, tetapi berjalannya waktu perbuatan itu dinilai menjadi kebiasaan seseorang untuk menuntaskan permasalahan yang ada di dunia.
"Mungkin dahulu, tindakan agresif bunuh diri adalah hal yang tidak lazim. Tapi sekarang menjadi hal yang seolah dianggap suatu kelaziman. Karena telah terjadi proses kelaziman dengan berjalannya waktu," ungkapnya.
Dalam psikologi, kata Enoch, dikenal adanya istilah decantation. Yaitu gejala yang mengganggap suatu hal yang tadinya aneh atau tidak biasa menjadi biasa. Misalnya, orangtua yang mendidik anak agar tidak takut pada suatu benda maka orangtua akan memperkenalkan benda itu pada anak secara perlahan sehingga ketakutan terhadap benda itu hilang.
Kaitan dengan kasus tersebut, kata Enoch, pelaku juga masuk dalam istilah tersebut. “Dia mengganggap tindakan agresif itu sebagai hal yang lumrah. Atau ada proses pelaziman sehingga mengganggap sebagai hal biasa," tutupnya.
(mhd)