Bantuan untuk siswa dan sekolah di Garut amburadul

Senin, 12 Mei 2014 - 23:52 WIB
Bantuan untuk siswa...
Bantuan untuk siswa dan sekolah di Garut amburadul
A A A
Sindonews.com – Sejumlah tokoh masyarakat Garut meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut serius dalam menjalankan kebijakan di bidang pendidikan. Tokoh masyarakat Kecamatan Pakenjeng Ade Manadin mengatakan, penyelenggaraan kebijakan di bidang pendidikan, khususnya yang menyangkut pemberian bantuan untuk siswa dan sekolah masih amburadul.

"Bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi yang datang ke Garut untuk dunia pendidikan banyak yang tidak tepat sasaran. Pemerintah daerah seolah tidak serius menjalankan kebijakannya," kata Ade saat dihubungi, Senin (12/5/2014).

Dari berbagai survei di lapangan, ia melanjutkan, paling banyak kasus pemberian bantuan yang tidak tepat sasaranterjadi di Garut Selatan. Indikatornya, di sejumlah wilayah selatan, sekolah berkondisi memprihatinkan sangat mudah ditemukan.

"Banyak sekolah yang jelek. Ada yang tidak memadai yaitu satu sekolah hanya memiliki tiga ruang kelas, atau ada juga sekolah yang memiliki seluruh ruang kelas, tetapi kondisinya lapuk bahkan terancam ambruk. Di Kecamatan Pakenjeng banyak yang seperti ini," ujarnya.

Ade sendiri merasa jengkel dengan tidak adilnya pemberian bantuan untuk rehab ruangan kelas. Sebab, pada beberapa kasus, pemberian bantuan diduga tidak didasarkan oleh skala prioritas, melainkan karena unsur kedekatan dengan seorang pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik).

"Ada satu sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Dua tahun berturut-turut telah melayangkan permohonan bantuan, namun tidak mendapatkannya sama sekali. Anehnya di satu sisi ada satu sekolah lain yang terbilang masih layak, namun sekolah ini mendapat bantuan berulang-ulang. Contoh-contoh seperti ini membuat masyarakat bertanya. Apa pemberian bantuan didasarkan oleh kedekatan dengan seorang pejabat," ungkapnya.

Ia pun meminta Bupati Garut Rudy Gunawan bertindak tegas kepada bawahannya di Dinas Pendidikan (Disdik) Garut yang bertindak menyalahgunakan wewenangnya. "Harusnya bupati turun langsung ke masyarakat. Lihat kondisi riilnya seperti apa. Jangan mudah percaya dengan perkataan staf atau anak buahnya," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Presidium Garut Selatan Suryaman AS. Dia mengatakan, anggaran di sektor pendidikan dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Garut sangat melimpah. "Anggaran dari pemerintah pusat itu turun ke daerah, khususnya ke Garut, melimpah. Ada anggaran untuk program BOS (Bantuan Operasional Sekolah), ada DAK (Dana Alokasi Khusus), program rehab, dan lain sebagainya. Namun pada pelaksanaannya, seperti yang kita lihat selama ini, belum tepat sasaran. Kualitas pendidikan di Garut masih rendah," katanya.

Suryaman menduga, sejumlah anggaran untuk dunia pendidikan di Kabupaten Garut telah mengalami kebocoran. Ia menilai pengawasan dari pemerintah masih sangat lemah. Menurutnya, ada kongkalikong di dalam unsur pemerintah sendiri, dimulai dari tingkat bawah hingga dinas. Sementara pimpinan tertinggi di daerah tidak mengetahui karena modus laporan kepada atasan bersifat hal-hal yang positif saja.

"Saya setuju jika pemerintah harus rajin turun ke lapangan. Lihat kondisi sebenarnya seperti apa. Dengarkan keluhan dari masyarakat, jangan dari laporan bawahan saja. Masyarakat juga harus ikut mengawasi," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
47 menit yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
51 menit yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
1 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
3 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
4 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
6 jam yang lalu
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved