Ahok sebut PT JM tak rasional
Rabu, 07 Mei 2014 - 19:30 WIB
Ahok sebut PT JM tak rasional
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram dengan PT Jakarta Monorail (JM) terkait proyek monorel di Jakarta. Karena, hingga kini PT JM belum juga mengerjakan proyek tersebut.
"Ditawarin ke bank mana pun enggak ada yang mau kan mengasih jaminan. Mereka (PT JM) minta ada jaminan shortfall dari pemerintah," kata pria yang biasa disapa Ahok ini di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Selain itu, kata Ahok, PT JM meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membayar hak kekurangan penumpang. "Enggak rasional kan. Enggak jalan juga tuh," pungkasnya.
Ahok sendiri kesal dengan kajian bussiness plan yang tak kunjung diselesaikan hingga didapatkan Perjanjian Kerja Sama (PKS), padahal batas waktu pengkajian pembangunan monorel adalah bulan Desember 2013. Pemprov DKI berencana memberikan perpanjangan waktu kepada PT JM agar lebih mendalam kajian tersebut hingga Desember 2014.
"Anda janji dari tahun Desember loh. Ini sudah Mei bos. Hitung sampai benar, kita kasih akhir tahun ini. Nanti 2015 kita enggak mau lagi langsung cut. Kita sudah baik hati mengasih satu tahun untuk kaji, ngotot sudah enggak mampu, ngarang terus saja," ketusnya.
Baca:
Soal monorel, Ahok takut dituntut Fauzi Bowo
"Ditawarin ke bank mana pun enggak ada yang mau kan mengasih jaminan. Mereka (PT JM) minta ada jaminan shortfall dari pemerintah," kata pria yang biasa disapa Ahok ini di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/5/2014).
Selain itu, kata Ahok, PT JM meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membayar hak kekurangan penumpang. "Enggak rasional kan. Enggak jalan juga tuh," pungkasnya.
Ahok sendiri kesal dengan kajian bussiness plan yang tak kunjung diselesaikan hingga didapatkan Perjanjian Kerja Sama (PKS), padahal batas waktu pengkajian pembangunan monorel adalah bulan Desember 2013. Pemprov DKI berencana memberikan perpanjangan waktu kepada PT JM agar lebih mendalam kajian tersebut hingga Desember 2014.
"Anda janji dari tahun Desember loh. Ini sudah Mei bos. Hitung sampai benar, kita kasih akhir tahun ini. Nanti 2015 kita enggak mau lagi langsung cut. Kita sudah baik hati mengasih satu tahun untuk kaji, ngotot sudah enggak mampu, ngarang terus saja," ketusnya.
Baca:
Soal monorel, Ahok takut dituntut Fauzi Bowo
(mhd)