Orangtua korban sudah tahu pelaku lebih dari 2
Senin, 28 April 2014 - 18:19 WIB
Orangtua korban sudah tahu pelaku lebih dari 2
A
A
A
Sindonews.com - Orangtua kejahatan seksual di TK Jakarta International School (JIS), Jakarta Selatan, sudah mengetahui pelaku lebih dari dua. Informasi itu didapat dari anaknya yang menjadi korban pencabulan.
"Saya sudah tahu ada perempuan ada laki, saya enggak bilang ke media karena takut tersangkanya pergi," kata orangtua korban, T kepada wartawan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/4/2014).
Dia menegaskan, pelaku kekerasan seksual terhadap anaknya itu memang dari awal tidak sedikit. T menuturkan, pelaku Azwar yang bunuh diri mengikuti William J Vahey karena malu.
"Mereka malu, belum dihakimi sudah malu. Apalagi saya dengar dia punya pacar. Saya tahu orang itu, karena anak saya sudah tunjuk. Orang itu juga yang sudah memukul anak saya sampai berdarah," tegasnya.
Dia menuturkan, jumlah korban sebenarnya bisa bertambah. Tapi, wali murid takut untuk melapor lantaran mereka adalah warga negara asing.
"Padahal saya sudah bilang mereka akan dilindungi sama seperti saya. Mereka enggak baca berita ini. Kalau beritanya pas mungkin mereka tahu, kalau sekolah (JIS) tidak kooperatif tidak pernah menghubungi saya," tuturnya.
"Saya sudah tahu ada perempuan ada laki, saya enggak bilang ke media karena takut tersangkanya pergi," kata orangtua korban, T kepada wartawan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/4/2014).
Dia menegaskan, pelaku kekerasan seksual terhadap anaknya itu memang dari awal tidak sedikit. T menuturkan, pelaku Azwar yang bunuh diri mengikuti William J Vahey karena malu.
"Mereka malu, belum dihakimi sudah malu. Apalagi saya dengar dia punya pacar. Saya tahu orang itu, karena anak saya sudah tunjuk. Orang itu juga yang sudah memukul anak saya sampai berdarah," tegasnya.
Dia menuturkan, jumlah korban sebenarnya bisa bertambah. Tapi, wali murid takut untuk melapor lantaran mereka adalah warga negara asing.
"Padahal saya sudah bilang mereka akan dilindungi sama seperti saya. Mereka enggak baca berita ini. Kalau beritanya pas mungkin mereka tahu, kalau sekolah (JIS) tidak kooperatif tidak pernah menghubungi saya," tuturnya.
(mhd)