Kebakaran di Senen sudah berlangsung 10 jam
Jum'at, 25 April 2014 - 15:02 WIB
Kebakaran di Senen sudah berlangsung 10 jam
A
A
A
Sindonews.com - Hingga kini, proses pemadaman di Proyek Senen Blok III, Jakarta Pusat masih berlangsung. Selama 10 jam petugas pemadam kebakaran terus berjibaku menjinakan si jago merah.
Api pertama kali diketahui sekira pukul 03.30 WIB, Jumat (25/4/2014) dinihari. Namun hingga pukul 14.00 WIB, api masih berkobar kendati sudah berhasil dilokalisir.
"Sudah terkendali, tinggal bara api yang masih kita padamkan" ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Subejo kepada wartawan di lokasi, Jumat (25/4/2014).
Subejo melanjutkan bahwa titik api sendiri berada di lantai dua kemudian menyebar ke lantai satu dan lantai dasar.
"Dugaan saat ini masih korsleting, untuk ada dugaan kesengajaan atau apa itu tergantung dari puslabfor yang menangani seperti itu. Bagi kami ada kebakaran maka kami harus padamkan" ujarnya.
Subejo juga menjelaskan alasan penyebab lamanya proses pemadaman karena mayoritas pedagang adalah pedagang yang menjual kain dan kesulitan air.
"Pertama bahannya yang terbakar kain plastik seperti itu kemudian kejadian kan pagi ketika toko tutup jadi kami harus bongkar dulu baru kita bisa padamkan dari titik api. Kemudian air sendiri kesulitan karena diambil di Kali Kwitang dan Gunung Sahari" paparnya.
Subejo melanjutkan bahwa ada 46 damkar yang beroperasional di lokasi kejadian dan masih berusaha untuk memadamkan api secara penuh.
"Tadi ada bantuan water canon, bantuan Sabhara sebanyak tiga mobil yang satu tank tersebut hanya mampu menyiramkan air 20 menit," ujarnya.
Api pertama kali diketahui sekira pukul 03.30 WIB, Jumat (25/4/2014) dinihari. Namun hingga pukul 14.00 WIB, api masih berkobar kendati sudah berhasil dilokalisir.
"Sudah terkendali, tinggal bara api yang masih kita padamkan" ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Subejo kepada wartawan di lokasi, Jumat (25/4/2014).
Subejo melanjutkan bahwa titik api sendiri berada di lantai dua kemudian menyebar ke lantai satu dan lantai dasar.
"Dugaan saat ini masih korsleting, untuk ada dugaan kesengajaan atau apa itu tergantung dari puslabfor yang menangani seperti itu. Bagi kami ada kebakaran maka kami harus padamkan" ujarnya.
Subejo juga menjelaskan alasan penyebab lamanya proses pemadaman karena mayoritas pedagang adalah pedagang yang menjual kain dan kesulitan air.
"Pertama bahannya yang terbakar kain plastik seperti itu kemudian kejadian kan pagi ketika toko tutup jadi kami harus bongkar dulu baru kita bisa padamkan dari titik api. Kemudian air sendiri kesulitan karena diambil di Kali Kwitang dan Gunung Sahari" paparnya.
Subejo melanjutkan bahwa ada 46 damkar yang beroperasional di lokasi kejadian dan masih berusaha untuk memadamkan api secara penuh.
"Tadi ada bantuan water canon, bantuan Sabhara sebanyak tiga mobil yang satu tank tersebut hanya mampu menyiramkan air 20 menit," ujarnya.
(ysw)