Korban baru sebut pelaku lain dalam kasus JIS
Rabu, 23 April 2014 - 19:18 WIB
Korban baru sebut pelaku lain dalam kasus JIS
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan keterangan korban baru kejahatan seksual di Jakarta International School (JIS), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menengarai ada pelaku lain yang belum tertangkap.
"Kata dia (korban baru) pelaku ada tiga orang, dua yang biasa di toilet (sudah jadi tersangka dan ditahan) yang satu lagi sedang kami selidiki," ujar Erlinda, Sekretaris KPAI di kantor KPAI kepada wartawan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2014).
Erlinda mengungkapkan bahwa lokasi kejadian tidak hanya di toilet namun juga di salah satu ruangan kelas.
"Lokasi kejadian yang ada di kelas dan ada di toilet," ujarnya.
Erlinda mengisahkan bahwa saat makan siang (break time) sekira pukul 11 siang, kelas sepi dan kosong. Korban baru sedang di dalam kelas membuat senjata laras panjang mainan dari tisu toilet. Tiba-tiba, masuk pelaku baru yang bekerja sebagai cleaning servis ke kelas korban yang baru.
"Pelaku baru mendorong korban ketempat yang tidak ada cctv untuk melakukan perbuatan tersebut," kisah Erlinda.
Erlinda juga menambahkan bahwa yang di kelas itu dilakukan berulang-ulang kali. Pihaknya saat ini masih mendalami dan meminta foto-foto petugas cleaning service lainnya.
"Kata dia (korban baru) pelaku ada tiga orang, dua yang biasa di toilet (sudah jadi tersangka dan ditahan) yang satu lagi sedang kami selidiki," ujar Erlinda, Sekretaris KPAI di kantor KPAI kepada wartawan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2014).
Erlinda mengungkapkan bahwa lokasi kejadian tidak hanya di toilet namun juga di salah satu ruangan kelas.
"Lokasi kejadian yang ada di kelas dan ada di toilet," ujarnya.
Erlinda mengisahkan bahwa saat makan siang (break time) sekira pukul 11 siang, kelas sepi dan kosong. Korban baru sedang di dalam kelas membuat senjata laras panjang mainan dari tisu toilet. Tiba-tiba, masuk pelaku baru yang bekerja sebagai cleaning servis ke kelas korban yang baru.
"Pelaku baru mendorong korban ketempat yang tidak ada cctv untuk melakukan perbuatan tersebut," kisah Erlinda.
Erlinda juga menambahkan bahwa yang di kelas itu dilakukan berulang-ulang kali. Pihaknya saat ini masih mendalami dan meminta foto-foto petugas cleaning service lainnya.
(ysw)