Pasien keluhkan antrean di apotek RSCM

Rabu, 23 April 2014 - 01:31 WIB
Pasien keluhkan antrean...
Pasien keluhkan antrean di apotek RSCM
A A A
Sindonews.com - Puluhan pasien Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta mengeluhakan pelayanan dan antrean saat mengambil obat di apotek RS ini. Sebab, petugas apotek yang tidak teratur dan lambannya pelayanan publik di RS tersebut.

Haris (33), warga Bintaro, Jakarta Selatan mengatakan, dirinya sejak Senin 21 April 2014, mengantre untuk pengambilan obat milik bapaknya yang mengidap penyakit komplikasi. Tapi, karena kemarin sudah terlalu sore mendapatkan nomor antrean pengambilan obat, dirinya memilih pulang dan melanjutkan mengantre hari ini.

"Senin (21 April) lalu bapak saya periksa dan selesai pukul 11.00 WIB. Kemudian saya mengambil nomor antrean pengambilan obat dari pukul 13.00 WIB, baru dapat pukul 16.30 WIB, sedangkan loket tutup pukul 19.00 WIB, ya lebih baik saya pulang," katanya kepada wartawan di lokasi, Selasa 22 April 2014.

Begitu juga dengan Aminah (37), warga Depok, Jawa Barat. Istri dari Adlir Yusuf yang menderita gagal ginjal itu mengatakan, proses pengambilan obat di apotek RSCM ini terbilang buruk. Sebab, selain antrean yang dibuat tidak teratur, petuga pelayanan juga terlihat kesibukan mencari obat yang tertumpuk tidak beraturan.

Menurut dia, kesemrawutan itu diakibatkan pemberlakukan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) awal Januari lalu. Sebelumnya pengambilan obat bagi para peserta Asuransi Kesehatan (Askes) dan Jaminan Kesehatan daerah (Jamkesda), para pasien bisa mengambil obat di apotek rekanan asuransi tersebut.

"Sekarang pengambilan obat hanya satu tempat di apotek RSCM ini. Harusnya kalau seperti itu ya mereka harus siap, baik pengaturan obat ataupun nomor antrean," cetusnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, apotek RSCM lantai dua khusus para peserta BPJS dan Askes tampak semrawut. Pasien berteriak-teriak meminta obat lantaran tak dilayani dengan baik dan sering disusul oleh mereka yang datang belakangan.

Di loket 1 tempat pengambilan obat bagi para pasien yang telah mendapatkan resep sehari sebelumnya hanya terdapat dua petugas. Petugas satu yang merupakan seorang pria bertugas memanggil nama pasien untuk dibagikan obat, sedangkan petugas kedua seorang wanita bertugas mencatat nomor antrean yang telah didapat dan mencari obat dalam tumpukan wadah untuk diberikan ke petugas pria.

Tidak adanya antrean khsusus dan penempatan obat yang teratur diduga menjadi penyebab utama buruknya pelayanan.
(mhd)
Berita Terkait
Pengamat Nilai Overtreatment...
Pengamat Nilai Overtreatment Layanan Kesehatan Perlu Dibenahi
Layanan Kesehatan Homecare...
Layanan Kesehatan Homecare Lorong ke Lorong
Tim Perahu Sehat Pulau...
Tim Perahu Sehat Pulau Bahagia Hadirkan Layanan Kesehatan ke Pulau-Pulau Terpencil
Panggil Dokter ke Rumah...
Panggil Dokter ke Rumah Bisa Jadi Solusi Kesehatan Keluarga
RS Siloam Putera Bahagia...
RS Siloam Putera Bahagia Cirebon Resmikan Executive Clinic dan Tambah Ruang Rawat Inap VIP
Kolaborasi Privy dan...
Kolaborasi Privy dan ARSSI Tingkatkan Efisiensi Layanan Kesehatan Swasta di Indonesia
Berita Terkini
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
13 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
21 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
25 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved