Fokus urus kasus, JIS belum pikirkan gugatan
Selasa, 22 April 2014 - 19:41 WIB
Fokus urus kasus, JIS belum pikirkan gugatan
A
A
A
Sindonews.com - Jakarta International School (JIS) belum mendalami gugatan yang dilayangkan pengacara korban. Mereka saat ini masih fokus untuk membantu korban dan proses penyelidikan oleh kepolisian.
Ketika dimintai komentarnya terkait gugatan yang dilayangkan OC Kaligis Juru Bicara JIS Daniarti Wusono mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan informasi tambahan atas gugatan tersebut.
Pasalnya, saat ini JIS masih fokus terhadap tiga hal yakni berupaya memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada korban dan keluarga. Lalu bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian dan ketiga meningkatkan sistem keamanan sekolah bagi keamanan siswa.
"Mohon maaf kami belum bisa memberikan jawaban karena fokus kami saat ini ialah membantu korban dan keluarganya," kata Daniarti melalui email kepada KORAN SINDO, Selasa (22/4/2014).
Dani menambahkan, mengenai tuntutan biaya rehabilitasi dan perawatan korban JIS, sudah sejak awal menawarkan bantuan konseling dan kesehatan bagi korban. Hal ini dilakukan sejak awal ketika sekolah diberitahukan oleh orang tua korban.
Dia menekankan, keluarga korban tidak perlu khawatir karena pihaknya memang saat ini memfokuskan diri untuk memberikan bantuan maksimal bagi korban dan keluarga dalam melewati periode yang sulit ini.
Pihak kepolisian pun tidak perlu risau atas proses penyelidikan yang sedang berjalan. Menurut dia, sejak kasus pelecehan seksual ini mencuat sekolah berkomitmen untuk bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian.
Sekolah juga ingin untuk memastikan pelaku kejahatan menerima hukuman yang setimpal, sehingga akan terus mendukung upaya penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.
"Sebelumnya kami ingin sampaikan bahwa kami sangat bersedih dengan kejadian yang menimpa salah satu siswa kami. Kami telah menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada pihak keluarga atas kejadian ini," ucapnya.
"Rasa simpati kami akan terus bersama mereka. Sulit untuk menemukan kata-kata yang mampu menggantikan kesedihan yang mendalam yang dirasakan seluruh pengurus, guru serta siswa kami," terangnya.
Sementara terkait dengan penutupan TK JIS, dia menuturkan, JIS telah menerima keputusan penutupan sementara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang penutupan TK JIS ini.
Mereka juga masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak Kementerian. Dani menyatakan, siswa yang telah terdaftar saat ini dapat melanjutkan proses belajar mereka hingga akhir tahun ajaran 2013-2014 yaitu pada Juni 2014.
"Kami sangat menghormati keputusan tersebut dan berkomitmen untuk bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kementerian terkait proses perizinan agar sekolah kami dapat kembali dibuka. Siswa, orang tua, dan fakultas merupakan prioritas awal kami saat ini, untuk itu kami akan terus memberikan informasi terkini kepada mereka mengenai hal ini," tuturnya.
Ketika dimintai komentarnya terkait gugatan yang dilayangkan OC Kaligis Juru Bicara JIS Daniarti Wusono mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan informasi tambahan atas gugatan tersebut.
Pasalnya, saat ini JIS masih fokus terhadap tiga hal yakni berupaya memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada korban dan keluarga. Lalu bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian dan ketiga meningkatkan sistem keamanan sekolah bagi keamanan siswa.
"Mohon maaf kami belum bisa memberikan jawaban karena fokus kami saat ini ialah membantu korban dan keluarganya," kata Daniarti melalui email kepada KORAN SINDO, Selasa (22/4/2014).
Dani menambahkan, mengenai tuntutan biaya rehabilitasi dan perawatan korban JIS, sudah sejak awal menawarkan bantuan konseling dan kesehatan bagi korban. Hal ini dilakukan sejak awal ketika sekolah diberitahukan oleh orang tua korban.
Dia menekankan, keluarga korban tidak perlu khawatir karena pihaknya memang saat ini memfokuskan diri untuk memberikan bantuan maksimal bagi korban dan keluarga dalam melewati periode yang sulit ini.
Pihak kepolisian pun tidak perlu risau atas proses penyelidikan yang sedang berjalan. Menurut dia, sejak kasus pelecehan seksual ini mencuat sekolah berkomitmen untuk bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian.
Sekolah juga ingin untuk memastikan pelaku kejahatan menerima hukuman yang setimpal, sehingga akan terus mendukung upaya penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.
"Sebelumnya kami ingin sampaikan bahwa kami sangat bersedih dengan kejadian yang menimpa salah satu siswa kami. Kami telah menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada pihak keluarga atas kejadian ini," ucapnya.
"Rasa simpati kami akan terus bersama mereka. Sulit untuk menemukan kata-kata yang mampu menggantikan kesedihan yang mendalam yang dirasakan seluruh pengurus, guru serta siswa kami," terangnya.
Sementara terkait dengan penutupan TK JIS, dia menuturkan, JIS telah menerima keputusan penutupan sementara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang penutupan TK JIS ini.
Mereka juga masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak Kementerian. Dani menyatakan, siswa yang telah terdaftar saat ini dapat melanjutkan proses belajar mereka hingga akhir tahun ajaran 2013-2014 yaitu pada Juni 2014.
"Kami sangat menghormati keputusan tersebut dan berkomitmen untuk bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kementerian terkait proses perizinan agar sekolah kami dapat kembali dibuka. Siswa, orang tua, dan fakultas merupakan prioritas awal kami saat ini, untuk itu kami akan terus memberikan informasi terkini kepada mereka mengenai hal ini," tuturnya.
(maf)