Kasus JIS, harus sinergi antara korban & sekolah
Senin, 21 April 2014 - 05:02 WIB
Kasus JIS, harus sinergi antara korban & sekolah
A
A
A
Sindonews.com - Terkait akan dilakukan penetapan sementara oleh Kemendikbud kepada Jakarta International School (JIS), mengenai kasus pelecehan seksual yang dialami bocah berusia lima tahun (AK).
Koordinator Koalisi Perlindungan Pendidikan Anak (KPPA) Ali Tanjung meminta, agar semua pihak terkait, fokus terhadap permasalahan ini supaya tak terulang.
"Seharusnya pihak keluarga korban dan pihak JIS bersatu padu untuk menuntut pelaku karena musuh utama dan bersama mereka ya pelaku," ujar Ali Tanjung kepada Sindonews, Minggu 20 April 2014.
Ali melanjutkan, dengan adanya penutupan sekolah internasional tersebut maka kasus ini akan semakin bias.
"Ini seakan-akan punya kepentingan masing-masing, harusnya keluarga korban dalam hal ini pengacara dan JIS sendiri, saling membantu penegak hukum untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku," tegasnya.
Ali juga melihat bahwa kasus ini menjadi momentum untuk mengoreksi pendidikan bagi anak yang ada di Indonesia.
"Kami sebagai koalisi perlindungan pendidikan anak, momentum ini harus dijadikan bahan pelajaran dan kemudian mendorong agar lembaga pendidikan di luar sana bisa diselamatkan," ujarnya.
Kembali Ali menjelaskan bahwa harus ada skala prioritas yang dipikirkan terhadap kasus ini. "Harus ada skala prioritas dong yaitu pemulihan si korban dalam hal ini keluarga termasuk anak dan tentunya fokus agar pelaku juga ditindak seadil-adilnya," pungkasnya.
'Indonesia jangan mau ditekan pihak asing'
Sekolah harus bisa bertanggung jawab
Koordinator Koalisi Perlindungan Pendidikan Anak (KPPA) Ali Tanjung meminta, agar semua pihak terkait, fokus terhadap permasalahan ini supaya tak terulang.
"Seharusnya pihak keluarga korban dan pihak JIS bersatu padu untuk menuntut pelaku karena musuh utama dan bersama mereka ya pelaku," ujar Ali Tanjung kepada Sindonews, Minggu 20 April 2014.
Ali melanjutkan, dengan adanya penutupan sekolah internasional tersebut maka kasus ini akan semakin bias.
"Ini seakan-akan punya kepentingan masing-masing, harusnya keluarga korban dalam hal ini pengacara dan JIS sendiri, saling membantu penegak hukum untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku," tegasnya.
Ali juga melihat bahwa kasus ini menjadi momentum untuk mengoreksi pendidikan bagi anak yang ada di Indonesia.
"Kami sebagai koalisi perlindungan pendidikan anak, momentum ini harus dijadikan bahan pelajaran dan kemudian mendorong agar lembaga pendidikan di luar sana bisa diselamatkan," ujarnya.
Kembali Ali menjelaskan bahwa harus ada skala prioritas yang dipikirkan terhadap kasus ini. "Harus ada skala prioritas dong yaitu pemulihan si korban dalam hal ini keluarga termasuk anak dan tentunya fokus agar pelaku juga ditindak seadil-adilnya," pungkasnya.
'Indonesia jangan mau ditekan pihak asing'
Sekolah harus bisa bertanggung jawab
(maf)