Mahasiswa Riau geram ada Jokowi di soal UN
Rabu, 16 April 2014 - 14:16 WIB
Mahasiswa Riau geram ada Jokowi di soal UN
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan mahasiswa Universitas Riau (UNRI) menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Gubernur Riau, Rabu (16/4/2014) siang.
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes pihak Kementerian Pendidikan yang dinilai sengaja telah mencantumkan nama Joko Widodo (Jokowi) dalam soal Ujian Nasional (UN).
Mereka menilai, munculnya nama Jokowi yang notabene merupakan calon presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di soal ujian Bahasa Indoesia merupakan kampanye politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) Juli mendatang.
"Kita nilai ini sebagai ajang kampanye Pilres. Untuk itu kita menolak, dunia pendidikan jangan dikotori kampanye politik," kata Presiden BEM UNRI, Zulfa Hendri, di depan pendemo.
Menurut Zulfa, jikapun ingin memasukan nama tokoh, sebaiknya diambil dari tokoh-tokoh pahlawan yang benar-benar teruji. "Misalnya Mohammad Hatta, Soekarno dan lainnya. Dan nama tokoh itu bukan yang masih hidup, karena tokoh yang masih hidup belum teruji dan bisa berubah kapan saja tingkah lakunya," tegasnya.
Oleh karena, atas masuknya nama Jokowi ke soal UN, Menteri Pendidikan M Nuh diminta bertanggung jawab.
"Kita minta Presiden SBY mencopot M Nuh atas kecolongannya nama capres masuk ke soal UN. Pelaksanaan UN juga amburadul, jadi pantas M Nuh harus dicopot dari jabatanya," tukasnya.
Baca juga:
Kadesnya main perempuan, warga Kaliboto siapkan kudeta
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes pihak Kementerian Pendidikan yang dinilai sengaja telah mencantumkan nama Joko Widodo (Jokowi) dalam soal Ujian Nasional (UN).
Mereka menilai, munculnya nama Jokowi yang notabene merupakan calon presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di soal ujian Bahasa Indoesia merupakan kampanye politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) Juli mendatang.
"Kita nilai ini sebagai ajang kampanye Pilres. Untuk itu kita menolak, dunia pendidikan jangan dikotori kampanye politik," kata Presiden BEM UNRI, Zulfa Hendri, di depan pendemo.
Menurut Zulfa, jikapun ingin memasukan nama tokoh, sebaiknya diambil dari tokoh-tokoh pahlawan yang benar-benar teruji. "Misalnya Mohammad Hatta, Soekarno dan lainnya. Dan nama tokoh itu bukan yang masih hidup, karena tokoh yang masih hidup belum teruji dan bisa berubah kapan saja tingkah lakunya," tegasnya.
Oleh karena, atas masuknya nama Jokowi ke soal UN, Menteri Pendidikan M Nuh diminta bertanggung jawab.
"Kita minta Presiden SBY mencopot M Nuh atas kecolongannya nama capres masuk ke soal UN. Pelaksanaan UN juga amburadul, jadi pantas M Nuh harus dicopot dari jabatanya," tukasnya.
Baca juga:
Kadesnya main perempuan, warga Kaliboto siapkan kudeta
(rsa)