Dikeroyok 3 pemuda, seorang remaja tewas bersimbah darah
Senin, 31 Maret 2014 - 12:41 WIB
Dikeroyok 3 pemuda, seorang remaja tewas bersimbah darah
A
A
A
Sindonews.com - Seorang penjaga counter bernama Hilarius Diva Arialdo Himawan Santoso (21), warga Jalan Miroto I Semarang Barat, Kota Semarang, tewas dikeroyok tiga pemuda tak dikenal. Diva tewas, akibat pendarahan hebat bekas luka tusuk di bagian perut.
Menurut keterangan saksi mata, Ferry (25), petugas Hotel Nozz, kejadian itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, dia yang sedang berjaga di hotel melihat korban dan para pelaku yang berjumlah tiga orang. Kemudian, korban dipukuli.
"Saya tidak tahu, tiba-tiba saja korban dan para pelaku berkelahi di depan hotel. Kemudian korban masuk ke hotel dan dikejar para pelaku. Mereka berkelahi di dalam hotel ini," kata dia, kepada wartawan, Senin (31/3/2014).
Setelah perkelahian itu, korban sempat duduk di loby hotel melati tersebut. Kemudian, Ferry menyuruhnya untuk pergi. "Saya suruh dia pergi, kemudian dia pergi menggunakan sepeda motornya," imbuhnya.
Saat itu, korban terlihat tidak apa-apa, namun tiba-tiba korban terjatuh di dekat perempatan tidak jauh dari lokasi itu. Korban kemudian di tolong oleh tukang becak yang ada di sekitar tempat itu. Kemudian, korban diantarkan ke counter tempat dia biasa bekerja.
"Saya menemukan korban sudah tergeletak di tepi jalan depan counter Doyok Cell tempat dia bekerja. Dia diantar oleh tukang becak. Setelah saya dekati, ternyata dia terkapar dengan luka-luka di tubuhnya," kata Yudi Kurniawan (35), pedagang nasi kucing dekat counter Doyok Cell.
Mendapati kejadian itu, Yudi kemudian mengabari warga. Mereka kemudian mencoba menolong korban dan membawanya ke rumah sakit. "Saat itu korban masih sadar, kemudian dibawa ke RSUP Dr Kariadi," imbuhnya.
Namun sayang, nyawa korban tidak dapat tertolong. Diva meregang nyawa saat berada di rumah sakit. "Korban meninggal, karena banyak darah yang dikeluarkan. Ada dua luka tusuk di dada sebelah kanan. Selain itu, ada luka lain di pergelangan tangan kiri dan kepala sobek," kata Penanggungjawab Forensik RSUP Dr Kariadi Semarang Dr Gatot.
Saat ini, korban masih menjalani visum di kamar mayat RSUP Dr Kariadi Semarang. Sementara petugas Polsek Semarang Barat dan Tim Resmob Polrestabes Semarang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memburu para tersangka yang wajahnya terekam kamera CCTV.
Menurut keterangan saksi mata, Ferry (25), petugas Hotel Nozz, kejadian itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, dia yang sedang berjaga di hotel melihat korban dan para pelaku yang berjumlah tiga orang. Kemudian, korban dipukuli.
"Saya tidak tahu, tiba-tiba saja korban dan para pelaku berkelahi di depan hotel. Kemudian korban masuk ke hotel dan dikejar para pelaku. Mereka berkelahi di dalam hotel ini," kata dia, kepada wartawan, Senin (31/3/2014).
Setelah perkelahian itu, korban sempat duduk di loby hotel melati tersebut. Kemudian, Ferry menyuruhnya untuk pergi. "Saya suruh dia pergi, kemudian dia pergi menggunakan sepeda motornya," imbuhnya.
Saat itu, korban terlihat tidak apa-apa, namun tiba-tiba korban terjatuh di dekat perempatan tidak jauh dari lokasi itu. Korban kemudian di tolong oleh tukang becak yang ada di sekitar tempat itu. Kemudian, korban diantarkan ke counter tempat dia biasa bekerja.
"Saya menemukan korban sudah tergeletak di tepi jalan depan counter Doyok Cell tempat dia bekerja. Dia diantar oleh tukang becak. Setelah saya dekati, ternyata dia terkapar dengan luka-luka di tubuhnya," kata Yudi Kurniawan (35), pedagang nasi kucing dekat counter Doyok Cell.
Mendapati kejadian itu, Yudi kemudian mengabari warga. Mereka kemudian mencoba menolong korban dan membawanya ke rumah sakit. "Saat itu korban masih sadar, kemudian dibawa ke RSUP Dr Kariadi," imbuhnya.
Namun sayang, nyawa korban tidak dapat tertolong. Diva meregang nyawa saat berada di rumah sakit. "Korban meninggal, karena banyak darah yang dikeluarkan. Ada dua luka tusuk di dada sebelah kanan. Selain itu, ada luka lain di pergelangan tangan kiri dan kepala sobek," kata Penanggungjawab Forensik RSUP Dr Kariadi Semarang Dr Gatot.
Saat ini, korban masih menjalani visum di kamar mayat RSUP Dr Kariadi Semarang. Sementara petugas Polsek Semarang Barat dan Tim Resmob Polrestabes Semarang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memburu para tersangka yang wajahnya terekam kamera CCTV.
(san)