Pembunuh wanita dalam tandon gantung diri di sel
Senin, 31 Maret 2014 - 12:26 WIB
Pembunuh wanita dalam tandon gantung diri di sel
A
A
A
Sindonews.com - Supendi (46), tersangka pembunuhan Wahyu Puji Hartini alias Ana (34), yang jenazahnya dibuang ke dalam tandon air, ditemukan tewas pagi tadi. Supendi ditemukan menggantung di ruang tahanan Mapolsek Pedurungan, tempat dia ditahan sekitar pukul 03.00 WIB.
Menurut keterangan Kapolsek Pedurungan Kompol Sukarman, Supendi ditemukan menggantung di tiang teralis kamar mandi sel tersebut. Dia menggantungkan diri menggunakan kaos yang dia kenakan.
"Dia ditemukan menggantung sekitar Pukul 03.00 WIB oleh petugas piket. Setelah itu kami mencoba melarikan Supendi ke rumah sakit," kata dia, kepada wartawan, Senin (31/3/2014).
Sebelum peristiwa itu terjadi, dari pantauan CCTV, Supendi terlihat gelisah dan mondar-mandir sejak pukul 02.00 WIB. Setelah itu, dia masuk ke kamar mandi, sekitar pukul 02.30 WIB.
"Setengah tiga petugas kami melihat Supendi sudah tidak keluar-keluar dari kamar mandi, di ruang tahanan hanya ada satu tersangka lain bernama Rois. Setelah dicek, dia (Supendi) sudah menggantung di kamar mandi," imbuhnya.
Hingga kini, Sukarman belum mengetahui motif bunuh diri Supendi. Namun, dugaan sementara, dia nekat mengakhiri hidupnya karena depresi. "Mungkin depresi, karena sudah membunuh orang. Selain itu, tidak ada satupun keluarga yang menjenguknya selama ditahan," pungkasnya.
Sampai saat ini, jenazah Supendi masih berada di kamar mayat RSUP Dr Kariadi Semarang. Sementara petugas sudah berusaha mengabari keluarga korban.
Diketahui, Supendi, warga Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, merupakan pelaku pembunuhan Wahyu Puji Hartini (34) alias Ana, warga Jalan Pringgading III, RT05/01, Kelurahan Brumbung, Semarang Tengah. Ana dibunuh, pada 15 Maret 2014, karena datang bulan saat diajak berhubungan badan.
Supendi membunuh Ana di rumah kosong di Jalan Nogososro, Tlogosari, Semarang, dengan memukul kepala dan perutnya menggunakan kayu kemudian memasukkannya di tandon air bawah tanah yang ada di bagian depan rumah itu. Jenazah korban baru ditemukan, pada 24 Maret 2014.
Selain membunuh, diketahui Supendi juga mengambil perhiasan dan sepeda korban, kemudian menjualnya. Tidak lama setelah mayat korban ditemukan, Supendi berhasil diciduk polisi di rumahnya.
Baca juga:
Mayat perempuan di tandon air diduga korban pembunuhan
Menurut keterangan Kapolsek Pedurungan Kompol Sukarman, Supendi ditemukan menggantung di tiang teralis kamar mandi sel tersebut. Dia menggantungkan diri menggunakan kaos yang dia kenakan.
"Dia ditemukan menggantung sekitar Pukul 03.00 WIB oleh petugas piket. Setelah itu kami mencoba melarikan Supendi ke rumah sakit," kata dia, kepada wartawan, Senin (31/3/2014).
Sebelum peristiwa itu terjadi, dari pantauan CCTV, Supendi terlihat gelisah dan mondar-mandir sejak pukul 02.00 WIB. Setelah itu, dia masuk ke kamar mandi, sekitar pukul 02.30 WIB.
"Setengah tiga petugas kami melihat Supendi sudah tidak keluar-keluar dari kamar mandi, di ruang tahanan hanya ada satu tersangka lain bernama Rois. Setelah dicek, dia (Supendi) sudah menggantung di kamar mandi," imbuhnya.
Hingga kini, Sukarman belum mengetahui motif bunuh diri Supendi. Namun, dugaan sementara, dia nekat mengakhiri hidupnya karena depresi. "Mungkin depresi, karena sudah membunuh orang. Selain itu, tidak ada satupun keluarga yang menjenguknya selama ditahan," pungkasnya.
Sampai saat ini, jenazah Supendi masih berada di kamar mayat RSUP Dr Kariadi Semarang. Sementara petugas sudah berusaha mengabari keluarga korban.
Diketahui, Supendi, warga Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, merupakan pelaku pembunuhan Wahyu Puji Hartini (34) alias Ana, warga Jalan Pringgading III, RT05/01, Kelurahan Brumbung, Semarang Tengah. Ana dibunuh, pada 15 Maret 2014, karena datang bulan saat diajak berhubungan badan.
Supendi membunuh Ana di rumah kosong di Jalan Nogososro, Tlogosari, Semarang, dengan memukul kepala dan perutnya menggunakan kayu kemudian memasukkannya di tandon air bawah tanah yang ada di bagian depan rumah itu. Jenazah korban baru ditemukan, pada 24 Maret 2014.
Selain membunuh, diketahui Supendi juga mengambil perhiasan dan sepeda korban, kemudian menjualnya. Tidak lama setelah mayat korban ditemukan, Supendi berhasil diciduk polisi di rumahnya.
Baca juga:
Mayat perempuan di tandon air diduga korban pembunuhan
(san)