Urai kemacetan, Polres Bogor terjunkan 200 personel
Sabtu, 29 Maret 2014 - 20:49 WIB
Urai kemacetan, Polres Bogor terjunkan 200 personel
A
A
A
Sindonews.com - Polres Bogor mengerahkan 200 personel untuk mengatur kepadatan arus lalu lintas di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kepadatan itu disebabkan banyaknya warga Jabodetabek melakukan rekreasi maupun berwisata di lokasi tersebut.
Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Bogor AKP Muhammad Chaniago mengatakan, kepadatan lalu lintas itu diakibatkan volume kendaraan yang tidak sesuai dengan kondisi jalan. Karena, ruas jalur menuju Puncak tidak sesuai dengan volume kendaraan yang menuju Puncak.
"Kami menurunkan sekitar 200 personel untuk mengatur lalu lintas. Pengendara saya minta ekstra sabar. Mengingat perbandingan kondisi jalan dengan volume kendaraan yang lewat tidak seimbang," katanya kepada wartawan di Bogor, Sabtu (29/3/2014).
Guna mengatasi kemacetan di jalur Puncak, kata dia, pihaknya hanya mampu menerapkan solusi klasik, yakni sistem buka tutup jalur dengan memprioritaskan kendaraan yang lebih padat. Bahkan sudah lebih dari tiga kali dilakukan sistem buka tutup pada pagi, siang dan sore hari.
"Sore ini kita tutup dari arah Jakarta menuju Puncak dengan memprioritaskan kendaraan dari arah Cianjur-Puncak menuju Bogor-Jakarta. Saat ini masih kita dorong kendaraan dari atas ke bawah," tuturnya.
Menurutnya, kemacetan terparah berada di jalur kawasan pasar tradisional Cisarua, Taman Safari Indonesia (TSI), Taman Wisata Matahari (TWM), Simpang Megamendung, Cimory, Simpang Pasir Angin, Tanjakan Selarong dan Simpang Gadog. Hingga beberapa jam, macetan titik ini belum bisa ditanggulangi oleh Satlantas Polres Bogor.
Pihaknya mengimbau kepada pengendara yang hendak ke Puncak, agar bersabar dan tertib berlalu lintas. "Karena kemacetan bakal lebih parah jika pengguna jalan tidak tertib," tandasnya.
Baca:
Libur Nyepi, jalur Puncak macet 10 Km
Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Bogor AKP Muhammad Chaniago mengatakan, kepadatan lalu lintas itu diakibatkan volume kendaraan yang tidak sesuai dengan kondisi jalan. Karena, ruas jalur menuju Puncak tidak sesuai dengan volume kendaraan yang menuju Puncak.
"Kami menurunkan sekitar 200 personel untuk mengatur lalu lintas. Pengendara saya minta ekstra sabar. Mengingat perbandingan kondisi jalan dengan volume kendaraan yang lewat tidak seimbang," katanya kepada wartawan di Bogor, Sabtu (29/3/2014).
Guna mengatasi kemacetan di jalur Puncak, kata dia, pihaknya hanya mampu menerapkan solusi klasik, yakni sistem buka tutup jalur dengan memprioritaskan kendaraan yang lebih padat. Bahkan sudah lebih dari tiga kali dilakukan sistem buka tutup pada pagi, siang dan sore hari.
"Sore ini kita tutup dari arah Jakarta menuju Puncak dengan memprioritaskan kendaraan dari arah Cianjur-Puncak menuju Bogor-Jakarta. Saat ini masih kita dorong kendaraan dari atas ke bawah," tuturnya.
Menurutnya, kemacetan terparah berada di jalur kawasan pasar tradisional Cisarua, Taman Safari Indonesia (TSI), Taman Wisata Matahari (TWM), Simpang Megamendung, Cimory, Simpang Pasir Angin, Tanjakan Selarong dan Simpang Gadog. Hingga beberapa jam, macetan titik ini belum bisa ditanggulangi oleh Satlantas Polres Bogor.
Pihaknya mengimbau kepada pengendara yang hendak ke Puncak, agar bersabar dan tertib berlalu lintas. "Karena kemacetan bakal lebih parah jika pengguna jalan tidak tertib," tandasnya.
Baca:
Libur Nyepi, jalur Puncak macet 10 Km
(mhd)