Libur Nyepi, jalur Puncak macet 10 Km
Sabtu, 29 Maret 2014 - 20:34 WIB
Libur Nyepi, jalur Puncak macet 10 Km
A
A
A
Sindonews.com - Libur panjang hari raya Nyepi banyak dimanfaatkan warga Jabodetabek untuk rekreasi maupun berwisata alam di kawasan Puncak, Bogor. Akibatnya, arus lalu lintas menuju Megamendung maupun Cisarua mengalami kemacetan parah hingga mencapai 10 kilometer.
Berdasarkan pantauan kondisi kemacetan terjadi selepas Gerbang Tol Ciawi hingga Cisarua. Bahkan informasi diperoleh, antrean sempat terjadi sebelum pintu Tol Ciawi pada pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Sehingga tak sedikit kendaraan yang memilih jalur alternatif Pandansari dan Bendungan, Pasir Muncang, Ciawi, Kabupaten Bogor.
Meski demikian, disejumlah jalur alternatif juga mengalami kepadatan karena badan jalan hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat saja.
"Saya sudah dua jam terjebak di sini, saya pikir tidak akan kena macet, eh malah sama saja," kata Andriyani (45), warga Depok yang hendak berlibur ke kawasan Puncak Pass, Cipanas, Cianjur saat ditemui di simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (29/3/2014).
Hal senada diungkapkan Rahman (36), warga Cibubur, Jakarta Timur, saat ditemui di jalur alternatif Pandansari, Ciawi, Kabupaten Bogor. Ia mengaku sudah 1,5 jam terjebak kemacetan.
"Saya diarahkan oleh warga sekitar gerbang tol yang mengatakan lewat jalur alternatif lancar, nyatanya kejebak juga," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat para pengguna jalan, khususnya roda empat untuk beristirahat di tepi jalan. "Banyak para pengemudi yg mematikan mesin kendaraannya. Sebab kendaraan tidak bisa bergerak sama sekali," ujar Asep (35), seorang sopir yang mengaku telah satu jam lebih terjebak macet dan keluarganya memilih turun di pinggir jalan.
Berdasarkan pantauan kondisi kemacetan terjadi selepas Gerbang Tol Ciawi hingga Cisarua. Bahkan informasi diperoleh, antrean sempat terjadi sebelum pintu Tol Ciawi pada pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Sehingga tak sedikit kendaraan yang memilih jalur alternatif Pandansari dan Bendungan, Pasir Muncang, Ciawi, Kabupaten Bogor.
Meski demikian, disejumlah jalur alternatif juga mengalami kepadatan karena badan jalan hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat saja.
"Saya sudah dua jam terjebak di sini, saya pikir tidak akan kena macet, eh malah sama saja," kata Andriyani (45), warga Depok yang hendak berlibur ke kawasan Puncak Pass, Cipanas, Cianjur saat ditemui di simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (29/3/2014).
Hal senada diungkapkan Rahman (36), warga Cibubur, Jakarta Timur, saat ditemui di jalur alternatif Pandansari, Ciawi, Kabupaten Bogor. Ia mengaku sudah 1,5 jam terjebak kemacetan.
"Saya diarahkan oleh warga sekitar gerbang tol yang mengatakan lewat jalur alternatif lancar, nyatanya kejebak juga," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat para pengguna jalan, khususnya roda empat untuk beristirahat di tepi jalan. "Banyak para pengemudi yg mematikan mesin kendaraannya. Sebab kendaraan tidak bisa bergerak sama sekali," ujar Asep (35), seorang sopir yang mengaku telah satu jam lebih terjebak macet dan keluarganya memilih turun di pinggir jalan.
(mhd)