3.810 makam di Kampung Apung akan dipindahkan
Kamis, 27 Maret 2014 - 22:34 WIB
3.810 makam di Kampung Apung akan dipindahkan
A
A
A
Sindonews.com - Upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) untuk mengeringkan Kampung Apung, Cengkareng, Jakarta Barat terus dilakukan. Setelah kering, rencananya 3.810 makam yang selama ini terendam di kawasan tersebut akan dipindahkan ke TPU Tegal Alur.
Kasudin Pemakaman Jakarta Barat, M. Yuswardi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lahan di TPU Tegal Alur untuk relokasi 3.810 makam yang terendam di Kampung Apung.
Namun, pihaknya mengeluhkan lantaran tidak ada anggaran di 2014 ini untuk pemindahan. Padahal untuk merelokasi makam tersebut diperlukan dana sekitar Rp3 miliar.
Untuk memeindahkan satu makam diperkirakan menelan biaya Rp1 juta, jadi untuk 3.810 makam akan menelan biaya Rp3 miliar lebih.
"Pemilihan TPU Tegal Alur sebagai tempat relokasi lantaran lahan disana masih tersedia dan tidak jauh dari lokasi semula. Lahan tersebut juga milik Suku Dinas," jelasnya di kantornya, Kamis (27/3/2014).
Untuk pemindahannya sendiri, lanjut Yuswardi tentunya harus dari persetujuan ahli waris. Sementara, pihaknya belum melakukan sosialisasi mengingat pihaknya masih menunggu pengeringan yang dilakukan.
Sementara itu, Ketua RT 10/01, Kampung Apung Rudi Suwandi mengatakan masalah relokasi pemakaman itu diserahkan sepenuhnya ke ahli waris. Sebagai ketua RT pihaknya hanya bisa mensosialisasikan kebijakan yang masing-masing tidak dirugikan.
Sementara ini, kata Rudi, keinginan warga Kampung Apung hanya hanya mau kampungnya tersebut dikembalikan seperti dulu, yakni kampung yang bebas banjir dan indah. Warga juga meminta kompensasi atas penderitaan selama 24 tahun kebanjiran.
"Kampung ini menderita karena kesalahan kebijakan dari pemerintah. Selama itu pula tidak pernah ada solusi," tegasnya.
Baca juga:
Pemkot Jakbar mulai kuras Kampung Apung
Kasudin Pemakaman Jakarta Barat, M. Yuswardi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lahan di TPU Tegal Alur untuk relokasi 3.810 makam yang terendam di Kampung Apung.
Namun, pihaknya mengeluhkan lantaran tidak ada anggaran di 2014 ini untuk pemindahan. Padahal untuk merelokasi makam tersebut diperlukan dana sekitar Rp3 miliar.
Untuk memeindahkan satu makam diperkirakan menelan biaya Rp1 juta, jadi untuk 3.810 makam akan menelan biaya Rp3 miliar lebih.
"Pemilihan TPU Tegal Alur sebagai tempat relokasi lantaran lahan disana masih tersedia dan tidak jauh dari lokasi semula. Lahan tersebut juga milik Suku Dinas," jelasnya di kantornya, Kamis (27/3/2014).
Untuk pemindahannya sendiri, lanjut Yuswardi tentunya harus dari persetujuan ahli waris. Sementara, pihaknya belum melakukan sosialisasi mengingat pihaknya masih menunggu pengeringan yang dilakukan.
Sementara itu, Ketua RT 10/01, Kampung Apung Rudi Suwandi mengatakan masalah relokasi pemakaman itu diserahkan sepenuhnya ke ahli waris. Sebagai ketua RT pihaknya hanya bisa mensosialisasikan kebijakan yang masing-masing tidak dirugikan.
Sementara ini, kata Rudi, keinginan warga Kampung Apung hanya hanya mau kampungnya tersebut dikembalikan seperti dulu, yakni kampung yang bebas banjir dan indah. Warga juga meminta kompensasi atas penderitaan selama 24 tahun kebanjiran.
"Kampung ini menderita karena kesalahan kebijakan dari pemerintah. Selama itu pula tidak pernah ada solusi," tegasnya.
Baca juga:
Pemkot Jakbar mulai kuras Kampung Apung
(ysw)