Pemkot Jakbar mulai kuras Kampung Apung
Kamis, 27 Maret 2014 - 17:40 WIB
Pemkot Jakbar mulai kuras Kampung Apung
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mulai melakukan pengeringan di area Kampung Apung, Cengkareng, yang sudah terendam banjir selama 24 tahun tersebut.
Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi mengatakan, langkah awal pengeringan dengan mengeruk sampah dan endapan lumpur. Untuk membersihkan sampah dan lumpur di areal seluas 1,2 hektare itu memakan waktu tiga sampai empat minggu.
"Pengerukan sampah ini akan kami lakukan setiap harinya semaksimal mungkin," kata Anas Effendi di kantornya, Kamis (27/3/2014).
Anas menjelaskan, sisa hasil pengerukan sampah dan lumpur tersebut nantinya dibuang ke areal Penyempurnaan Hijau Taman (PHT) seluas kurang lebih 7.000 meter yang letaknya tak jauh dari kampung Apung.
Sementara untuk jumlah truk penganggkut sampah akan disesuaikan dengan hasil yang dikumpulkan. Artinya jika hasil pengerukan sampah dalam sehari terkumpul dua truk, maka pihaknya akan menyediakan dua truk.
Kemudian, lanjut Anas, setelah sampah dan lumpur dikeruk, pihaknya akan mengeringkannya melalui tupoksi suku dinas terkait dengan membuat wadah penampungan (tendon).
"Semua pihak terkait sudah siap, termasuk penyiapan areal relokasi pemakaman di TPU Tegal Alur," ujarnya.
Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi mengatakan, langkah awal pengeringan dengan mengeruk sampah dan endapan lumpur. Untuk membersihkan sampah dan lumpur di areal seluas 1,2 hektare itu memakan waktu tiga sampai empat minggu.
"Pengerukan sampah ini akan kami lakukan setiap harinya semaksimal mungkin," kata Anas Effendi di kantornya, Kamis (27/3/2014).
Anas menjelaskan, sisa hasil pengerukan sampah dan lumpur tersebut nantinya dibuang ke areal Penyempurnaan Hijau Taman (PHT) seluas kurang lebih 7.000 meter yang letaknya tak jauh dari kampung Apung.
Sementara untuk jumlah truk penganggkut sampah akan disesuaikan dengan hasil yang dikumpulkan. Artinya jika hasil pengerukan sampah dalam sehari terkumpul dua truk, maka pihaknya akan menyediakan dua truk.
Kemudian, lanjut Anas, setelah sampah dan lumpur dikeruk, pihaknya akan mengeringkannya melalui tupoksi suku dinas terkait dengan membuat wadah penampungan (tendon).
"Semua pihak terkait sudah siap, termasuk penyiapan areal relokasi pemakaman di TPU Tegal Alur," ujarnya.
(ysw)