Sopir Metro Mini: Padahal saya teriak siap tanggung jawab
Kamis, 27 Maret 2014 - 01:40 WIB
Sopir Metro Mini: Padahal saya teriak siap tanggung jawab
A
A
A
Sindonews.com - Metro Mini T47 diamuk massa usai menabrak pejalan kaki hingga tewas di Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu 26 Maret siang. Sebelum mendapatkan kemarahan massa, sopir Metro Mini sempat berteriak akan bertanggung jawab.
Namun teriakan sopir Metro Mini, Namarlinton Siregar (42), tak dihiraukan oleh massa yang telah diliputi kemarahan bukan kepalang. Selain merusak bus tiga per empat bernomor polisi B 7435 NP hingga ringsek, massa juga memukuli Namarlinton hingga babak belur.
"Saat saya lihat korban terpental, saya turun dari bus berniat mengangkat korban dan membawa ke rumah sakit. Tapi tiba-tiba dari belakang saya dipukul dan langsung dikeroyok hingga diinjak-injak. Padahal saya sudah teriak akan bertanggung jawab," kata Namarlinton, Rabu 26 Maret 2014.
Kanit Laka Lantas Jakarta Timur AKP Agung Budi Leksono mengatakan, massa merusak bus hingga seluruh kaca pecah. Massa juga hampir mengulingkan bus tersebut. Namun, upaya tersebut dapat dicegah saat kepolisian datang ke lokasi.
"Petugas langsung mengamankan sopir dan membawa korban ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya," ujar Agung.
Dalam keterangannya di Mapolres Jakarta Timur, Namarlinton menuturkan, korban yang berjenis kelamin wanita itu tertabrak kendaraannya saat menyeberang jalan. Menurutnya, korban secara tiba-tiba muncul dan menyeberang jalan di saat kendaraan yang dikemudikannya dalam kecepatan tinggi.
Namarlinton mengaku sempat menginjak rem untuk menghentikan laju angkutan jurusan Pondok Kopi-Senen yang dikemudikannya, namun terlambat dan menabrak korban.
Baca:
Tabrak pejalan kaki, Metro Mini dihancurkan warga
Ini ciri wanita yang tewas ditabrak Metro Mini
Namun teriakan sopir Metro Mini, Namarlinton Siregar (42), tak dihiraukan oleh massa yang telah diliputi kemarahan bukan kepalang. Selain merusak bus tiga per empat bernomor polisi B 7435 NP hingga ringsek, massa juga memukuli Namarlinton hingga babak belur.
"Saat saya lihat korban terpental, saya turun dari bus berniat mengangkat korban dan membawa ke rumah sakit. Tapi tiba-tiba dari belakang saya dipukul dan langsung dikeroyok hingga diinjak-injak. Padahal saya sudah teriak akan bertanggung jawab," kata Namarlinton, Rabu 26 Maret 2014.
Kanit Laka Lantas Jakarta Timur AKP Agung Budi Leksono mengatakan, massa merusak bus hingga seluruh kaca pecah. Massa juga hampir mengulingkan bus tersebut. Namun, upaya tersebut dapat dicegah saat kepolisian datang ke lokasi.
"Petugas langsung mengamankan sopir dan membawa korban ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya," ujar Agung.
Dalam keterangannya di Mapolres Jakarta Timur, Namarlinton menuturkan, korban yang berjenis kelamin wanita itu tertabrak kendaraannya saat menyeberang jalan. Menurutnya, korban secara tiba-tiba muncul dan menyeberang jalan di saat kendaraan yang dikemudikannya dalam kecepatan tinggi.
Namarlinton mengaku sempat menginjak rem untuk menghentikan laju angkutan jurusan Pondok Kopi-Senen yang dikemudikannya, namun terlambat dan menabrak korban.
Baca:
Tabrak pejalan kaki, Metro Mini dihancurkan warga
Ini ciri wanita yang tewas ditabrak Metro Mini
(hyk)