Sebelum dibuang ke tandon air, perhiasan Wahyu dirampas
Kamis, 27 Maret 2014 - 01:34 WIB
Sebelum dibuang ke tandon air, perhiasan Wahyu dirampas
A
A
A
Sindonews.com - Ada fakta baru dalam kasus pembunuhan Wahyu Puji Hartini alias Ana (34) warga Kota Semarang yang ditemukan tewas mengapung di tandon air rumah kosong Jalan Nogososro No 64 RT 11 RW 14, Tlogosari, Pedurungan, Senin (24/3) lalu.
Tersangka yakni Supendi (48) ternyata tak hanya membunuh korban lantaran marah karena korban menolak diajak berhubungan intim, namun ia juga ingin menguasai harta benda yang dibawa oleh korban waktu itu.
Fakta tersebut diketahui dari hasil pengembangan kasus yang dilakukan oleh Mapolsek Pedurungan Semarang. Menurut Kapolsek Pedurungan Kompol Sukarman, diketahui jika Supendi juga mengambil barang-barang milik korban Wahyu.
"Dari pengembangan kasus ini, kami temukan fakta baru jika tersangka melucuti perhiasan yang dikenakan korban berupa kalung dan gelang. Tak hanya itu, tersangka juga mengambil sepeda onthel milik korban," kata dia kepada wartawan, kemarin.
Barang-barang itu imbuh Sukarman kemudian dijual oleh tersangka kepada orang yang ditemuinya di jalanan. Uang hasil penjualan itu ia gunakan untuk kabur dari Semarang menuju Brebes.
"Sepeda ontel dijual seharga Rp100 ribu, sedangkan perhiasan emas dijual Rp300 ribu. Dengan uang hasil penjualan barang-barang milik korban itulah tersangka kabur ke Brebes," imbuhnya.
Dengan temuan fakta tersebut, maka ancaman hukuman terhadap tersangka Supendi dapat diperberat. Tak hanya diancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, ia juga dapat dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
"Fakta itu tentu akan terus kami dalami. Tentu saja hal itu akan menjadikan dia kami jerat dengan pasal berlapis," kata Kasaat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto.
Hal tersebut diperkuat dengan pengakuan keluarga korban yang mengatakan saat pergi Wahyu mengenakan perhiasan emas. Tapi, saat ditemukan tewas perhiasan yang dikenakan sudah tidak ada.
"Saat meninggalkan rumah, suami korban Agus Supriyanto (38), mengatakan jika adik saya mengenakan perhiasan berupa kalung dan gelang. Tapi saat meninggal kemarin, perhiasan itu sudah tidak ada pada tubuh korban. Kami juga sempat menanyakan kepada penyidik," ujar Hartono,
kakak kandung korban.
Baca juga:
Pembunuhan wanita di tandon air bermotif asmara
Tersangka yakni Supendi (48) ternyata tak hanya membunuh korban lantaran marah karena korban menolak diajak berhubungan intim, namun ia juga ingin menguasai harta benda yang dibawa oleh korban waktu itu.
Fakta tersebut diketahui dari hasil pengembangan kasus yang dilakukan oleh Mapolsek Pedurungan Semarang. Menurut Kapolsek Pedurungan Kompol Sukarman, diketahui jika Supendi juga mengambil barang-barang milik korban Wahyu.
"Dari pengembangan kasus ini, kami temukan fakta baru jika tersangka melucuti perhiasan yang dikenakan korban berupa kalung dan gelang. Tak hanya itu, tersangka juga mengambil sepeda onthel milik korban," kata dia kepada wartawan, kemarin.
Barang-barang itu imbuh Sukarman kemudian dijual oleh tersangka kepada orang yang ditemuinya di jalanan. Uang hasil penjualan itu ia gunakan untuk kabur dari Semarang menuju Brebes.
"Sepeda ontel dijual seharga Rp100 ribu, sedangkan perhiasan emas dijual Rp300 ribu. Dengan uang hasil penjualan barang-barang milik korban itulah tersangka kabur ke Brebes," imbuhnya.
Dengan temuan fakta tersebut, maka ancaman hukuman terhadap tersangka Supendi dapat diperberat. Tak hanya diancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, ia juga dapat dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
"Fakta itu tentu akan terus kami dalami. Tentu saja hal itu akan menjadikan dia kami jerat dengan pasal berlapis," kata Kasaat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto.
Hal tersebut diperkuat dengan pengakuan keluarga korban yang mengatakan saat pergi Wahyu mengenakan perhiasan emas. Tapi, saat ditemukan tewas perhiasan yang dikenakan sudah tidak ada.
"Saat meninggalkan rumah, suami korban Agus Supriyanto (38), mengatakan jika adik saya mengenakan perhiasan berupa kalung dan gelang. Tapi saat meninggal kemarin, perhiasan itu sudah tidak ada pada tubuh korban. Kami juga sempat menanyakan kepada penyidik," ujar Hartono,
kakak kandung korban.
Baca juga:
Pembunuhan wanita di tandon air bermotif asmara
(lns)