Anak ini rekrut ayahnya jadi kurir sabu
Rabu, 26 Maret 2014 - 12:55 WIB
Anak ini rekrut ayahnya jadi kurir sabu
A
A
A
Sindonews.com - Sepak terjang Sofyan sebagai kurir sabu di Sumatera Utara terhenti setelah dibekuk Badan Narkotika Nasional (BNN). Ironisnya, Sofyan berkecimpung di dunia narkoba setelah direkrut oleh anaknya sebagai kurir.
Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap jaringan peredaran narkoba asal Malaysia yang melibatkan Warga Negara Nigeria.
Jaringan tersebut menyelundupkan narkoba jenis sabu melalui jalur laut dan masuk ke daerah Kisaran, Sumatera Utara. Biasanya WN Nigeria ini menggandeng para buruh Indonesia untuk menjadi kurir.
Salah satunya, Sofyan, ayah 13 anak itu turut serta dalam jaringan peredaran narkoba tersebut. Bahkan karir Sofyan menjadi kurir atas rekrutan dua anaknya yakni R dan T yang kini masih diburu petugas.
Sofyan mengaku, setiap kali mengantar barang, ia diberi upah oleh anaknya R sebesar Rp2 juta secara bertahap. Tugasnya, kata Syofian, hanya mengambil barang dari hutan dan mengantarnya kepada tersangka lain yakni Guntur.
"Saya tahu itu sabu, tapi saya tidak tahu kegunaannya. Kata anak saya suruh antar saja, ya saya antar. Saya sudah enam kali mengantarnya," kata pria yang berprofesi sebagai buruh tani sayur mayur, saat ditemui di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (26/3/2014).
Anehnya, Sofyan mendukung bisnis haram kedua anaknya tersebut. Sofyan mengaku tidak mengetahui jika bisnis yang dilakukannya adalah tindak pidana.
Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan, dalam penangkapan tersebut, BNN juga mengamankan Bambang, seorang koordinator kurir yang menjadi kaki tangan WN Nigeria.
Setiap kali mendapatkan perintah, Bambang menyuruh seorang rekan berinisial P yang masih buron untuk merekrut kurir.
"Bambang yang telah delapan kali melakukan penyelundupan itu mengaku mendapat upah 20 juta setiap kali beraksi," ujar Sumirat.
Dalam pengungkapan ini, tercatat lima tersangka yang diamankan yakni Dayat, Doni, Duntur, Syofian, dan Bambang. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 4.553 gram atau lebih dari 4,5 kilogram.
Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap jaringan peredaran narkoba asal Malaysia yang melibatkan Warga Negara Nigeria.
Jaringan tersebut menyelundupkan narkoba jenis sabu melalui jalur laut dan masuk ke daerah Kisaran, Sumatera Utara. Biasanya WN Nigeria ini menggandeng para buruh Indonesia untuk menjadi kurir.
Salah satunya, Sofyan, ayah 13 anak itu turut serta dalam jaringan peredaran narkoba tersebut. Bahkan karir Sofyan menjadi kurir atas rekrutan dua anaknya yakni R dan T yang kini masih diburu petugas.
Sofyan mengaku, setiap kali mengantar barang, ia diberi upah oleh anaknya R sebesar Rp2 juta secara bertahap. Tugasnya, kata Syofian, hanya mengambil barang dari hutan dan mengantarnya kepada tersangka lain yakni Guntur.
"Saya tahu itu sabu, tapi saya tidak tahu kegunaannya. Kata anak saya suruh antar saja, ya saya antar. Saya sudah enam kali mengantarnya," kata pria yang berprofesi sebagai buruh tani sayur mayur, saat ditemui di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (26/3/2014).
Anehnya, Sofyan mendukung bisnis haram kedua anaknya tersebut. Sofyan mengaku tidak mengetahui jika bisnis yang dilakukannya adalah tindak pidana.
Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan, dalam penangkapan tersebut, BNN juga mengamankan Bambang, seorang koordinator kurir yang menjadi kaki tangan WN Nigeria.
Setiap kali mendapatkan perintah, Bambang menyuruh seorang rekan berinisial P yang masih buron untuk merekrut kurir.
"Bambang yang telah delapan kali melakukan penyelundupan itu mengaku mendapat upah 20 juta setiap kali beraksi," ujar Sumirat.
Dalam pengungkapan ini, tercatat lima tersangka yang diamankan yakni Dayat, Doni, Duntur, Syofian, dan Bambang. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 4.553 gram atau lebih dari 4,5 kilogram.
(ysw)