Janda kembang tewas dibantai
Rabu, 26 Maret 2014 - 10:48 WIB
Janda kembang tewas dibantai
A
A
A
Sindonews.com - Warga Rw 13 Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat geger setelah menemukan jasad seorang janda pemilik warung nasi khas Sunda di Gudang 88, RT 010/013. Diduga janda kembang bernama Zainah, (30) itu tewas ditangan perampok.
Peristiwa itu diketahui tadi pagi sekira pukul 05.00 WIB, Rabu (26/3/2014). Saat itu, seperti biasa kaka korban, Endar, (34) yang tinggal tidak jauh dari lokasi, hendak membantu pekerjaan adiknya yang akan belanja sayuran untuk keperluan jualan.
Setibanya di warung, Endar tersontak lantaran melihat adiknya sudah terbujur kaku di kasur dalam keadaan tubuh ditutupi kasur serta darah berceceran di sekitar kasur. Endar pun berteriak hingga mengundang perhatian warga setempat.
Polisi yang datang langsung mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan ember berisi darah. Diduga pelaku sehabis membunuh korban mencuci tanganya.
Tidak hanya itu, uang hasil berdagang korban yang berada di laci sebesar Rp800 ribu hilang.
"Kami menduga korban tewas lantaran dirampok. Namun kami masih lakukan penyidikan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Haryadi di lokasi.
Saat ini korban yang tewas dengan luka tangan nyaris putus dibacok, serta kepala dipentung pakai benda keras sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat untuk divisum.
"Diduga korban dibunuh lantaran mengetahui aksi perampokan yang terjadi di warungnya," ujarnya.
Peristiwa itu diketahui tadi pagi sekira pukul 05.00 WIB, Rabu (26/3/2014). Saat itu, seperti biasa kaka korban, Endar, (34) yang tinggal tidak jauh dari lokasi, hendak membantu pekerjaan adiknya yang akan belanja sayuran untuk keperluan jualan.
Setibanya di warung, Endar tersontak lantaran melihat adiknya sudah terbujur kaku di kasur dalam keadaan tubuh ditutupi kasur serta darah berceceran di sekitar kasur. Endar pun berteriak hingga mengundang perhatian warga setempat.
Polisi yang datang langsung mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan ember berisi darah. Diduga pelaku sehabis membunuh korban mencuci tanganya.
Tidak hanya itu, uang hasil berdagang korban yang berada di laci sebesar Rp800 ribu hilang.
"Kami menduga korban tewas lantaran dirampok. Namun kami masih lakukan penyidikan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Haryadi di lokasi.
Saat ini korban yang tewas dengan luka tangan nyaris putus dibacok, serta kepala dipentung pakai benda keras sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat untuk divisum.
"Diduga korban dibunuh lantaran mengetahui aksi perampokan yang terjadi di warungnya," ujarnya.
(ysw)