Suami Ana terus menangis, minta pelaku dihukum berat
Selasa, 25 Maret 2014 - 18:34 WIB
Suami Ana terus menangis, minta pelaku dihukum berat
A
A
A
Sindonews.com – Suasana duka menyelimuti rumah Wahyu Puji Hartini alias Ana (34), korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di dalam tandon air pada Senin 24 Maret kemarin.
Suami korban, Agus Supriyanto terlihat menangis terisak di pelukan kerabatnya menyadari istrinya tewas dengan cara yang mengenaskan.
Salah seorang kerabat, Hartono mengatakan, peristiwa tersebut sungguh mengagetkan keluarganya. Sebab, selama ini pihak keluarga telah berusaha mencari keberadaan korban yang telah pergi dari rumah sejak Minggu 15 Maret lalu.
“Sudah lebih dari seminggu adik saya tidak pulang, tidak tahu entah dimana. Kami keluarga terus berusaha mencari dan menghubungi telpon seluler milik dia, tapi tidak ada jawaban,” kata Hartono saat ditemui di rumah duka, Jalan Pringgading III RT 05 RW 01 Kelurahan Brumbung Semarang Tengah, Selasa (25/3/2014).
Ketika mendengar adiknya telah meninggal dan ditemukan tewas mengapung di tendon air salah satu rumah kosong di Jalan Nogososro nomor 64, Tlogosari Semarang sekitar pukul 18.00 WIB lalu, ia sempat syok.
Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa karena kejadian tersebut memang nyata. “Mau bagaimana lagi, itu sudah terjadi,” imbuhnya singkat.
Untuk itu, terang dia, pihak keluarga berharap pihak kepolisian menghukum berat Supendi, tersangka yang menyebabkan nyawa Ana melayang. “Kami berharap pelaku pembunuh adik saya dihukum setimpal dengan perbuatannya,” pungkasnya sambil menangis.
Seperti diketahui, sesosok mayat ditemukan di dalam tandon air rumah rumah kosong, Jalan Nogososro nomor 64, Tlogosari Semarang sekitar pukul 18.00 WIB, tadi malam.
Mayat yang diketahui berjenis kelamin perempuan tanpa identitas tersebut ditemukan dalam kondisi sudah membengkak dan berbau.
Baca:
Pembunuhan wanita di tandon air bermotif asmara
Suami korban, Agus Supriyanto terlihat menangis terisak di pelukan kerabatnya menyadari istrinya tewas dengan cara yang mengenaskan.
Salah seorang kerabat, Hartono mengatakan, peristiwa tersebut sungguh mengagetkan keluarganya. Sebab, selama ini pihak keluarga telah berusaha mencari keberadaan korban yang telah pergi dari rumah sejak Minggu 15 Maret lalu.
“Sudah lebih dari seminggu adik saya tidak pulang, tidak tahu entah dimana. Kami keluarga terus berusaha mencari dan menghubungi telpon seluler milik dia, tapi tidak ada jawaban,” kata Hartono saat ditemui di rumah duka, Jalan Pringgading III RT 05 RW 01 Kelurahan Brumbung Semarang Tengah, Selasa (25/3/2014).
Ketika mendengar adiknya telah meninggal dan ditemukan tewas mengapung di tendon air salah satu rumah kosong di Jalan Nogososro nomor 64, Tlogosari Semarang sekitar pukul 18.00 WIB lalu, ia sempat syok.
Namun, ia tidak dapat berbuat apa-apa karena kejadian tersebut memang nyata. “Mau bagaimana lagi, itu sudah terjadi,” imbuhnya singkat.
Untuk itu, terang dia, pihak keluarga berharap pihak kepolisian menghukum berat Supendi, tersangka yang menyebabkan nyawa Ana melayang. “Kami berharap pelaku pembunuh adik saya dihukum setimpal dengan perbuatannya,” pungkasnya sambil menangis.
Seperti diketahui, sesosok mayat ditemukan di dalam tandon air rumah rumah kosong, Jalan Nogososro nomor 64, Tlogosari Semarang sekitar pukul 18.00 WIB, tadi malam.
Mayat yang diketahui berjenis kelamin perempuan tanpa identitas tersebut ditemukan dalam kondisi sudah membengkak dan berbau.
Baca:
Pembunuhan wanita di tandon air bermotif asmara
(hyk)