Buruh desak bos kuali dihukum maksimal
Selasa, 25 Maret 2014 - 14:13 WIB
Buruh desak bos kuali dihukum maksimal
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan buruh yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tangerang Raya (Altar) melakukan aksi demonstrasi di depan Pengadilan Negeri (PN) Tangerang,
Mreka mendesak agar agar Pengadilan Negeri (PN) Tangerang memutus bos pabrik kuali, Yuki Irawan dengan hukuman maksimal sebanyak 13 tahun penjara.
Mereka menuntut majelis hakim menjatuhkan hukum sesuai tuntutan jaksa penuntut umum kepada Yuki Irawan atas kasus dugaan perbudakan dan penganiayaan terhadap karyawannya.
"Kita menuntut Yuki dihukum sesuai tuntutan 13 tahun penjara denda Rp500 juta serta denda restitusi Rp17 miliar," kata Koordinator aksi Poniman di depan PN Tangerang, Selasa (25/3/2014).
Menurut Poniman tindakan Yuki tidak berperikemanusiaaan karena telah merampas hak-hak sebagai buruh dan manusia seperti penganiayaan, gaji tidak sesuai UMK, tempat istirahat tidak layak, bahkan karyawannya pun tidak diperbolehkan meninggalkan pabrik.
"Jelas ini perbudakan. Pada era modern seperti ini masih saja terjadi. Ini merupakan citra buruk bangsa Indonesia di mata dunia," tukasnya.
Baca juga:
Kisah korban perbudakan Tangerang
Kabur dari pabrik, korban perbudakan jalan 3 malam
Mreka mendesak agar agar Pengadilan Negeri (PN) Tangerang memutus bos pabrik kuali, Yuki Irawan dengan hukuman maksimal sebanyak 13 tahun penjara.
Mereka menuntut majelis hakim menjatuhkan hukum sesuai tuntutan jaksa penuntut umum kepada Yuki Irawan atas kasus dugaan perbudakan dan penganiayaan terhadap karyawannya.
"Kita menuntut Yuki dihukum sesuai tuntutan 13 tahun penjara denda Rp500 juta serta denda restitusi Rp17 miliar," kata Koordinator aksi Poniman di depan PN Tangerang, Selasa (25/3/2014).
Menurut Poniman tindakan Yuki tidak berperikemanusiaaan karena telah merampas hak-hak sebagai buruh dan manusia seperti penganiayaan, gaji tidak sesuai UMK, tempat istirahat tidak layak, bahkan karyawannya pun tidak diperbolehkan meninggalkan pabrik.
"Jelas ini perbudakan. Pada era modern seperti ini masih saja terjadi. Ini merupakan citra buruk bangsa Indonesia di mata dunia," tukasnya.
Baca juga:
Kisah korban perbudakan Tangerang
Kabur dari pabrik, korban perbudakan jalan 3 malam
(ysw)