Mayat perempuan di tandon air diduga korban pembunuhan
Selasa, 25 Maret 2014 - 03:16 WIB
Mayat perempuan di tandon air diduga korban pembunuhan
A
A
A
Sindonews.com - Sesosok mayat perempuan yang ditemukan di dalam tandon air rumah kosong, Jalan Nogososro Nomor 64, Tlogosari Semarang diduga menjadi korban pembunuhan.
Karena selain menemukan mayat, di lokasi tersebut juga ditemukan sebuah galian tanah sedalam setengah meter. Selain itu, ditemukan pula bantal dan baju yang terdapat bekas darah, pacul, dan sebuah parang.
Kapolsek Pedurungan Kompol Sukarman mengatakan, saat ini kasus penemuan mayat wanita itu masih dalam penyelidikan petugas. Untuk mengorek kejadian itu, pihaknya telah membawa tiga orang saksi.
"Kami membawa tiga saksi untuk diperiksa. Mereka adalah Kemi, orang yang diketahui tinggal di tempat itu, Suwandi (kakak Kemi) dan satu orang teman Kemi yang menumpang dirumah kosong itu," kata dia.
Sampai sekarang, Sukarman mengaku belum mengatahui penyebab kematian korban.
"Masih kami selidiki lebih mendalam lagi, saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, meski di lokasi ditemukan barang bukti berupa baju dan bantal yang penuh dengan bercak darah, cangkul dan parang, pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa itu adalah pembunuhan.
Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara telah memasang police line dan melakukan olah TKP. Petugas kepolisian hingga saat ini masih meminta keterangan saksi.
Baca juga :
Mayat perempuan ditemukan mengapung di tandon air
Karena selain menemukan mayat, di lokasi tersebut juga ditemukan sebuah galian tanah sedalam setengah meter. Selain itu, ditemukan pula bantal dan baju yang terdapat bekas darah, pacul, dan sebuah parang.
Kapolsek Pedurungan Kompol Sukarman mengatakan, saat ini kasus penemuan mayat wanita itu masih dalam penyelidikan petugas. Untuk mengorek kejadian itu, pihaknya telah membawa tiga orang saksi.
"Kami membawa tiga saksi untuk diperiksa. Mereka adalah Kemi, orang yang diketahui tinggal di tempat itu, Suwandi (kakak Kemi) dan satu orang teman Kemi yang menumpang dirumah kosong itu," kata dia.
Sampai sekarang, Sukarman mengaku belum mengatahui penyebab kematian korban.
"Masih kami selidiki lebih mendalam lagi, saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, meski di lokasi ditemukan barang bukti berupa baju dan bantal yang penuh dengan bercak darah, cangkul dan parang, pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa itu adalah pembunuhan.
Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara telah memasang police line dan melakukan olah TKP. Petugas kepolisian hingga saat ini masih meminta keterangan saksi.
Baca juga :
Mayat perempuan ditemukan mengapung di tandon air
(sms)