Presiden SBY buka rakernas Apdesi di Yogyakarta
Senin, 24 Maret 2014 - 14:20 WIB
Presiden SBY buka rakernas Apdesi di Yogyakarta
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Rapat Kerja Nasional II dan Seminar Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia bertema 'Dari Desa Untuk Indonesia' di Gedung Jogja Expo Center, Yogyakarta.
Ketua DPP Apdesi Suhardi mengaku sangat gembira atas kehadiran Presiden SBY bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono. Sejumlah menteri dalam Kabinet Indonesia bersatu jilid II juga hadir, diantaranya Mendagri Gamawan Fauzi, Mendikbud M. Nuh, Menkokesra Agung Laksono, dan Menpora Roy Suryo.
Begitu juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Timur Sukarwo yang akrab disapa Pakde Karwo terlihat hadir. Sejumlah pemimpin daerah seperti Bupati dan Walikota disejumlah daerah juga terlihat dalam kesempatan itu.
"Kami sangat gembira bisa bertemu dalam satu ruangan ini, pemimpin tertinggi bertemu dengan pemimpin terendah di negeri ini. Ada perwakilan dari Aceh sampai Papua, dari Sabang sampai Merauke," kata Suhardi dalam memberikan sambutan, Senin (24/3/2014).
Dia mengaku sangat memuji Presiden SBY yang sudah mengesahkan UU No 6 Tahun 2014 tentang pengelolaan Desa. Sudah cukup lama, kata dia, pemimpin terendah ingin bertemu langsung dengan pemimpin tertinggi, Presiden SBY.
"Saya meneruskan pesan dari teman-teman kepala desa. Kami ingin berfoto dengan Bapak Presiden, ibu-ibu kepala desa juga ingin berfoto dengan bapak presiden di istana," ujarnya disambut tawa audien.
Sebelum membuka Rakernas Apdesi II, Presiden SBY meluruskan apa yang disampaikan Ketua DPP Apdesi, Suhardi. Presiden memberikan sedikit pandangan tentang pemimpin.
"Saya berikan koreksi sedikit, Kepala Desa bukan pemimpin terendah, Kepala Desa adalah pemimpin terdepan. Jadi Apdesi merupakan pemimpin terdepan disuatu wilayah," kata SBY.
"Kepala Desa sama dengan Presiden, Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, semuanya pemimpin terdepan di suatu wilayah. Bedanya Presiden dipilih paling banyak dua kali, sedangkan Kepala Desa boleh sampai tiga kali periode," ucap Presiden.
Presiden juga menjawab keingin Apdesi yang ingin berfoto dengan Presiden di Istana. SBY tak ingin agenda foto bersama dipolitisi karena tidak ada hubungannya dengan politik. "Tolong Pak Gamawan -Mendagri- diagendakan foto bersama nanti setelah 9 April di Istana Bogor atau Istana Negara," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Apdesi juga memberikan penghargaan kepada sembilan Kepala Daerah, mulai dari Bupati Kalimantan Timur, Bupati Cianjur, Bupati Bantul, Walikota Semarang, Walikota Aceh, Bupati Kendal, Bupati Grobokan, Bupati Blora, dan Bupati Gunungkidul.
Ketua DPP Apdesi Suhardi mengaku sangat gembira atas kehadiran Presiden SBY bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono. Sejumlah menteri dalam Kabinet Indonesia bersatu jilid II juga hadir, diantaranya Mendagri Gamawan Fauzi, Mendikbud M. Nuh, Menkokesra Agung Laksono, dan Menpora Roy Suryo.
Begitu juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Timur Sukarwo yang akrab disapa Pakde Karwo terlihat hadir. Sejumlah pemimpin daerah seperti Bupati dan Walikota disejumlah daerah juga terlihat dalam kesempatan itu.
"Kami sangat gembira bisa bertemu dalam satu ruangan ini, pemimpin tertinggi bertemu dengan pemimpin terendah di negeri ini. Ada perwakilan dari Aceh sampai Papua, dari Sabang sampai Merauke," kata Suhardi dalam memberikan sambutan, Senin (24/3/2014).
Dia mengaku sangat memuji Presiden SBY yang sudah mengesahkan UU No 6 Tahun 2014 tentang pengelolaan Desa. Sudah cukup lama, kata dia, pemimpin terendah ingin bertemu langsung dengan pemimpin tertinggi, Presiden SBY.
"Saya meneruskan pesan dari teman-teman kepala desa. Kami ingin berfoto dengan Bapak Presiden, ibu-ibu kepala desa juga ingin berfoto dengan bapak presiden di istana," ujarnya disambut tawa audien.
Sebelum membuka Rakernas Apdesi II, Presiden SBY meluruskan apa yang disampaikan Ketua DPP Apdesi, Suhardi. Presiden memberikan sedikit pandangan tentang pemimpin.
"Saya berikan koreksi sedikit, Kepala Desa bukan pemimpin terendah, Kepala Desa adalah pemimpin terdepan. Jadi Apdesi merupakan pemimpin terdepan disuatu wilayah," kata SBY.
"Kepala Desa sama dengan Presiden, Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, semuanya pemimpin terdepan di suatu wilayah. Bedanya Presiden dipilih paling banyak dua kali, sedangkan Kepala Desa boleh sampai tiga kali periode," ucap Presiden.
Presiden juga menjawab keingin Apdesi yang ingin berfoto dengan Presiden di Istana. SBY tak ingin agenda foto bersama dipolitisi karena tidak ada hubungannya dengan politik. "Tolong Pak Gamawan -Mendagri- diagendakan foto bersama nanti setelah 9 April di Istana Bogor atau Istana Negara," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Apdesi juga memberikan penghargaan kepada sembilan Kepala Daerah, mulai dari Bupati Kalimantan Timur, Bupati Cianjur, Bupati Bantul, Walikota Semarang, Walikota Aceh, Bupati Kendal, Bupati Grobokan, Bupati Blora, dan Bupati Gunungkidul.
(lns)