Halte di Jakarta sudah 'dikuasai'
Kamis, 20 Maret 2014 - 18:26 WIB
Halte di Jakarta sudah 'dikuasai'
A
A
A
Sindonews.com - Halte yang sejatinya diperuntukan bagi warga yang ingin menggunakan angkutan umum nampaknya mulai tergeser. Kini banyak halte yang dikuasai PKL dan tukang ojek.
Desi Rahmawati (29) warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat lebih memilih menunggu angkutan di pinggir jalan yang tak berhalte. Padahal sekitar 200 meter dari tempat ia menunggu terdapat halte.
“Banyak yang reseh kalau di halte, halte itu kan dijadkan tukang ojek mangkal, para pengamen istirahat dan PKL. Mending saya nunggu disini,” kata Desi yang sedang menunggu angkutan umum B01 jurusan Cikokol-Rawa Buaya, Kamis (20/3/2014).
Lain dengan Desi, pengguna angkutan umum lainya, Hadi Wijaya (35) lebih memilih menunggu angkutan umum di luar halte lantaran halte di dekat Pasar Palmerah dijadikan tempat berdagang oncerdil motor dan pembuat duplikat kunci.
“Mau nunggu dihalte gimana, orang haltenya saja dijadikan tempat berdagang gitu,” ujarnya yang sedang menunggu angkutan umum M 09 Kebayoran-Tanah Abang.
Berdasarkan pantauan, ratusan halte di Jakarta khsusnya Jakarta Barat kondisinya sangat memprihatinkan. Dari mulai coretan, atap yang bolong, sampai dijadikan tempat berdagang para Pedagang Kaki Lima (PKL) menghiasi keberadaan halte.
Desi Rahmawati (29) warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat lebih memilih menunggu angkutan di pinggir jalan yang tak berhalte. Padahal sekitar 200 meter dari tempat ia menunggu terdapat halte.
“Banyak yang reseh kalau di halte, halte itu kan dijadkan tukang ojek mangkal, para pengamen istirahat dan PKL. Mending saya nunggu disini,” kata Desi yang sedang menunggu angkutan umum B01 jurusan Cikokol-Rawa Buaya, Kamis (20/3/2014).
Lain dengan Desi, pengguna angkutan umum lainya, Hadi Wijaya (35) lebih memilih menunggu angkutan umum di luar halte lantaran halte di dekat Pasar Palmerah dijadikan tempat berdagang oncerdil motor dan pembuat duplikat kunci.
“Mau nunggu dihalte gimana, orang haltenya saja dijadikan tempat berdagang gitu,” ujarnya yang sedang menunggu angkutan umum M 09 Kebayoran-Tanah Abang.
Berdasarkan pantauan, ratusan halte di Jakarta khsusnya Jakarta Barat kondisinya sangat memprihatinkan. Dari mulai coretan, atap yang bolong, sampai dijadikan tempat berdagang para Pedagang Kaki Lima (PKL) menghiasi keberadaan halte.
(ysw)