Sampah menggunung, pemukiman warga diserbu belatung
Kamis, 20 Maret 2014 - 14:39 WIB
Sampah menggunung, pemukiman warga diserbu belatung
A
A
A
Sindonews.com - Akibat sampah jarang diangkut, tumpukan sampah menggunung hingga dua meter di sepanjang Jalan Raya Remaja, Pulogadung, Jakarta Timur atau tepatnya berada di belakang Kecamatan Pulogadung.
Pengakuan warga, sudah dua pekan sampah tersebut dibiarkan begitu saja di lokasi. Akibat banyaknya sampah yang membusuk, membuat pemukiman di serbu belatung.
"Sudah dua minggu enggak diangkut sampah disini, warga jadi keganggu aktivitasnya. Banyak belatung lagi," ujar Wawan Warga RT 01/RW 04 saat ditemui di lokasi sampah, Kamis (20/3/2014).
Wawan menjelaskan, ada beberapa petugas kebersihan yang datang untuk mengangkut sampah. Namun, petugas yang datang setiap tiga hari sekali itu tidak menggangkut sampah secara keseluruhan.
Akibat sampah yang terus menerus bertambah membuat jalan selebar tujuh meter itu tertutup sebagian. Menurut Wawan, sedianya jalan tersebut dapat dilalui dua jalur kendaraan, namun adanya sampah membuat jalan menjadi satu jalur.
"Kalau hujan tambah parah, bau busuknya menyengat sampai warga harus pakai masker," papar Wawan.
Baca juga:
Angkut sampah, DKI putus kontrak swasta
Pengakuan warga, sudah dua pekan sampah tersebut dibiarkan begitu saja di lokasi. Akibat banyaknya sampah yang membusuk, membuat pemukiman di serbu belatung.
"Sudah dua minggu enggak diangkut sampah disini, warga jadi keganggu aktivitasnya. Banyak belatung lagi," ujar Wawan Warga RT 01/RW 04 saat ditemui di lokasi sampah, Kamis (20/3/2014).
Wawan menjelaskan, ada beberapa petugas kebersihan yang datang untuk mengangkut sampah. Namun, petugas yang datang setiap tiga hari sekali itu tidak menggangkut sampah secara keseluruhan.
Akibat sampah yang terus menerus bertambah membuat jalan selebar tujuh meter itu tertutup sebagian. Menurut Wawan, sedianya jalan tersebut dapat dilalui dua jalur kendaraan, namun adanya sampah membuat jalan menjadi satu jalur.
"Kalau hujan tambah parah, bau busuknya menyengat sampai warga harus pakai masker," papar Wawan.
Baca juga:
Angkut sampah, DKI putus kontrak swasta
(ysw)