Perampok toko sembako terlilit utang ratusan juta
Jum'at, 14 Maret 2014 - 19:14 WIB
Perampok toko sembako terlilit utang ratusan juta
A
A
A
Sindonews.com - Pihak kepolisian memastikan motif pelaku pembunuh pemilik toko di Ciledug adalah perampokan. Pelaku yang diketahui bernama Irwan melakukan hal tersebut karena terlilit hutang hingga ratusan juga.
Kanit Reskrim Polsek Cileduk Iptu I.R Situmorang mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP, pelaku yang merupakan warga Petukangan, Jakarta Selatan itu rencananya mau mengambil barang berharga, tentunya dengan melumpuhkan korban terlebih dahulu.
"Pelaku mengakui karena terlilit hutang ke pihak lain sampai ratusan juta. Mungkin dia didesak untuk membayar oleh pihak yang diutanginya," katanya di Mapolsek Cileduk, Jumat (14/3/2014).
Dikatakan Situmorang, selama ini pelaku suka membeli barang dagangan dari korban untuk dijual di toko kelontongnya. Karena itu dia sudah mengenal lokasi.
"Pelaku menilai toko korban merupakan lokasi strategis untuk melakukan aksinya," paparnya.
Dijelaskan Situmorang, sebelum kejadian pada Senin 10 Maret sekira pukul 22.00 WIB, pelaku sempat memantau situasi target yang akan dirampok. Pelaku berdiam di salah satu ruko yang tertutup dan tidak berpenghuni.
"Kemudian pada Selasa pagi, pelaku yang sudah menyiapkan pisau menyelinap masuk ke toko sembako milik korban dan menutupnya wajah dengan masker, untuk menutui identitasnya," katanya.
Namun pelaku aksi pelaku diketahui pemilik toko, Tjin Djoen Nen alias Anen. Saat itu lah mereka adu jotos. Kemudia pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan langsung menusuk korban. Kegaduhan itu pun terdengar oleh istri korban, Akim.
"Kebetulan istri korban mempunyai ilmu silat, dia langsung melakukan perlawanan,” katanya.
Seperti diketahui Anen alias Ricky pemilik toko sembako di Jalan Hos Cokroaminoto, RT 1/1, Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangetang tewas setelah berduel dengan perampok yang menyatroni tokonya, Selasa 11 Maret 2014 pagi. Selain Anen, Akim istrinya pun ikut berduel dengan pelaku.
Baca juga:
Duel dengan perampok, kondisi Akim membaik
Kanit Reskrim Polsek Cileduk Iptu I.R Situmorang mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP, pelaku yang merupakan warga Petukangan, Jakarta Selatan itu rencananya mau mengambil barang berharga, tentunya dengan melumpuhkan korban terlebih dahulu.
"Pelaku mengakui karena terlilit hutang ke pihak lain sampai ratusan juta. Mungkin dia didesak untuk membayar oleh pihak yang diutanginya," katanya di Mapolsek Cileduk, Jumat (14/3/2014).
Dikatakan Situmorang, selama ini pelaku suka membeli barang dagangan dari korban untuk dijual di toko kelontongnya. Karena itu dia sudah mengenal lokasi.
"Pelaku menilai toko korban merupakan lokasi strategis untuk melakukan aksinya," paparnya.
Dijelaskan Situmorang, sebelum kejadian pada Senin 10 Maret sekira pukul 22.00 WIB, pelaku sempat memantau situasi target yang akan dirampok. Pelaku berdiam di salah satu ruko yang tertutup dan tidak berpenghuni.
"Kemudian pada Selasa pagi, pelaku yang sudah menyiapkan pisau menyelinap masuk ke toko sembako milik korban dan menutupnya wajah dengan masker, untuk menutui identitasnya," katanya.
Namun pelaku aksi pelaku diketahui pemilik toko, Tjin Djoen Nen alias Anen. Saat itu lah mereka adu jotos. Kemudia pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan langsung menusuk korban. Kegaduhan itu pun terdengar oleh istri korban, Akim.
"Kebetulan istri korban mempunyai ilmu silat, dia langsung melakukan perlawanan,” katanya.
Seperti diketahui Anen alias Ricky pemilik toko sembako di Jalan Hos Cokroaminoto, RT 1/1, Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangetang tewas setelah berduel dengan perampok yang menyatroni tokonya, Selasa 11 Maret 2014 pagi. Selain Anen, Akim istrinya pun ikut berduel dengan pelaku.
Baca juga:
Duel dengan perampok, kondisi Akim membaik
(ysw)