Duel dengan perampok, kondisi Akim membaik
Kamis, 13 Maret 2014 - 20:59 WIB
Duel dengan perampok, kondisi Akim membaik
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi Suikim alias Akim, istri pemilik toko sembako yang menjadi korban perampokan berangsur membaik. Namun, dia masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Usada Insani, karena luka tusuk akibat melawan perampok yang membunuh suaminya, Selasa 11 Maret 2014.
Kanit Reskrim Polsek Ciledug Iptu IR Situmorang mengatakan, kondisi korban sudah membaik dan akan segera dimintai keterangan terkait aksi perampokan yang menimpanya.
"Korban sudah membaik, nanti kita mintai keterangan. Yang utama kita memberikan dukungan moril atas peristiwa yang menimpa keluarganya, hingga suaminya meninggal dunia," katanya kepada wartawan di Tangerang, Kamis (13/3/2014).
Menurut Situmorang, usai dijenguk kemarin, korban mengharapkan agar pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya. "Menanggapi permintaan ini, kita akan melakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Sementara suami Suikim, Tjin Djoen Nen yang tewas akibat 11 luka tusukan, berada di Rumah Duka Darmais Jakarta dan rencananya akan dikremasi besok. "Suikim berencana menghadiri kremasi meskipun masih sakit," kata Situmorang.
Tjin Djoen Nen alias Anen, pemilik toko sembako di Jalan HOS Cokroaminoto, RT 1/1, Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, tewas setelah berduel dengan perampok yang menyatroni tokonya, Selasa 11 Maret 2014.
Suikim yang melihat suaminya tewas langsung mengamuk. Dia mengambil dua pisau yang ada di dekatnya, lalu menyerang pelaku membabi buta. Meski ibu empat anak ini sempat ditikam di bagian perut, dia tak berhenti menyerang pelaku hingga tumbang.
Ketiganya dibawa ke RS Sari Asih Ciledug. Anen tewas karena 11 luka tusukan, sedangkan Suikim mengalami luka cukup serius. Pelaku yang diketahui bernama Irwan kritis karena tusukan di kepala dan wajahnya.
Baca:
Pembunuh bos kelontong di Tangerang, pelanggan toko
Kanit Reskrim Polsek Ciledug Iptu IR Situmorang mengatakan, kondisi korban sudah membaik dan akan segera dimintai keterangan terkait aksi perampokan yang menimpanya.
"Korban sudah membaik, nanti kita mintai keterangan. Yang utama kita memberikan dukungan moril atas peristiwa yang menimpa keluarganya, hingga suaminya meninggal dunia," katanya kepada wartawan di Tangerang, Kamis (13/3/2014).
Menurut Situmorang, usai dijenguk kemarin, korban mengharapkan agar pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya. "Menanggapi permintaan ini, kita akan melakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," katanya.
Sementara suami Suikim, Tjin Djoen Nen yang tewas akibat 11 luka tusukan, berada di Rumah Duka Darmais Jakarta dan rencananya akan dikremasi besok. "Suikim berencana menghadiri kremasi meskipun masih sakit," kata Situmorang.
Tjin Djoen Nen alias Anen, pemilik toko sembako di Jalan HOS Cokroaminoto, RT 1/1, Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, tewas setelah berduel dengan perampok yang menyatroni tokonya, Selasa 11 Maret 2014.
Suikim yang melihat suaminya tewas langsung mengamuk. Dia mengambil dua pisau yang ada di dekatnya, lalu menyerang pelaku membabi buta. Meski ibu empat anak ini sempat ditikam di bagian perut, dia tak berhenti menyerang pelaku hingga tumbang.
Ketiganya dibawa ke RS Sari Asih Ciledug. Anen tewas karena 11 luka tusukan, sedangkan Suikim mengalami luka cukup serius. Pelaku yang diketahui bernama Irwan kritis karena tusukan di kepala dan wajahnya.
Baca:
Pembunuh bos kelontong di Tangerang, pelanggan toko
(mhd)