Lamban dioperasi, balita 1,5 tahun tewas di RS

Rabu, 12 Maret 2014 - 19:31 WIB
Lamban dioperasi, balita...
Lamban dioperasi, balita 1,5 tahun tewas di RS
A A A
Sindonews.com - Seorang warga miskin di Kota Tangerang harus kehilangan anaknya hanya gara-gara pihak rumah sakit meminta biaya operasi Rp23 juta yang tidak bisa disanggupi keluarganya.

Peristiwa itu bermula ketika Shakila Afidenaya (1,5) yang tinggal di Jalan Keamanan, Kelurahan Kebon Besar, RT 06/04 Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, dibawa oleh orang tuanya ke RS Usada Insani setelah dirujuk dari klinik Thamrin/Kodam Daan Mogot Kalideres, Jakarta Barat, pada 7 Maret 2014.

Kemudian Shakila langsung dimasukkan ke ruang ICU oleh pihak RS Usada Insani karena kondisinya gawat. Dia diberi perawatan dengan dipasang alat-alat medis ke tubuhnya.

Nenek korban, Retno mengatakan, awalnya Shakila didiagnosa menderita dehidrasi, sehingga dia hanya mendapat perawatan-perawatan biasa. Lima hari kemudian, setelah dilakukan USG, diketahui bahwa ada kelainan usus dan dianjurkan untuk segera dioperasi.

“Tapi saat kami meminta operasi, pihak RS menolak karena kami tidak memiliki anggaran untuk operasi yang jumlahnya mencapai Rp23 juta," ujar Retno, Rabu (12/3/2014).

Retno pun meminta agar cucunya bisa dioperasi gratis dengan tanggungan program multiguna. Namun pihak RS kembali menolak karena tidak ada tujukan dari puskesmas sebagai syarat pasien multiguna. Akhirnya, pada Selasa 11 Maret 2014 kemarin, Shakila meninggal karena terlambat penanganan.

“Sebenarnya sebagai warga Kota Tangerang berhak untuk berobat gratis, tapi karena lagi-lagi tidak ada rujukan dari puskesmas, pihak RS menolak untuk operasi,” ujarnya.

Sementara Humas RS Usada Insani Freddy, ketika hendak dikofirmasi tidak ada ditempat. Saat dihubungi melalui nomor ponselnya pun tidak bisa.

“Pak Freddy sedang rapat diluar, kemungkinan sampai sore. Kalau mau konfirmasi bisa besok, tapi buat janji dulu,” ujar salah satu petugas RS Usada Insani.
(ysw)
Berita Terkait
Cek Kesehatan Gratis...
Cek Kesehatan Gratis untuk Anak-anak Yayasan Tunas Mulia Bantar Gebang
8 Juta Masyarakat Ikut...
8 Juta Masyarakat Ikut Cek Kesehatan Gratis, 3 Penyakit Ini Paling Banyak Ditemukan
Cara Daftar Cek Kesehatan...
Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis di Aplikasi dan Offline
Kuota Cek Kesehatan...
Kuota Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Dibatasi 30 Orang per Hari
Antusiasme Murid MIN...
Antusiasme Murid MIN 8 Jaksel Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Partai Perindo Apresiasi...
Partai Perindo Apresiasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
23 menit yang lalu
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
31 menit yang lalu
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
2 jam yang lalu
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
2 jam yang lalu
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
2 jam yang lalu
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved