Korban banjir kepung Kantor Wali Kota Bekasi
Rabu, 12 Maret 2014 - 11:03 WIB
Korban banjir kepung Kantor Wali Kota Bekasi
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan masyarakat Selatan Bekasi mengerudug kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Kedatangan korban banjir ini untuk menuntut agar masalah banjir di wilayahnya segera ditangani karena sangat meresahkan.
Puluhan warga yang melakukan aksi tersebut berasal dari Warga Chandra Baru, Perumahan Griya Asri TM, Perumahan Duta Indah, Perumahan Intan Lestari, Perumahan Sanctuary, Perumahan Cahaya Kemang Permai, Perumahan Sigma, Perumahan Dosen IKIP, dan Jatibening II.
Dalam aksinya mereka memprotes pembangunan Perumahan Green Lotus yang mengakibatkan banjir dahsyat bagi sembilan perumahan di tiga Kecamatan di Kota Bekasi.
Dampak pembangunan perumahan tersebut, setiap hujan turun banjir langsung menggenangi hingga tiga meter.
"Banjir terjadi akibat Wali Kota Bekasi mengabaikan fungsi resapan air yang seharusnya ada, malah dijadikan perumahan Green Lotus. Karena Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menampung air diizinkan menjadi perumahan," ujar Kordinator Aksi, Novi kepada Sindo, Rabu (12/3/2014).
Untuk itu mereka menuntut agar Pemkot Bekasi segera mencabut izin pembangunan perumahan tersebut.
Saat ini puluhan korban banjir didominasi kaum ibu-ibu beserta anaknya sambil membawa poster dan berorasi mati Wali Kota Bekasi.
Kedatangan korban banjir ini untuk menuntut agar masalah banjir di wilayahnya segera ditangani karena sangat meresahkan.
Puluhan warga yang melakukan aksi tersebut berasal dari Warga Chandra Baru, Perumahan Griya Asri TM, Perumahan Duta Indah, Perumahan Intan Lestari, Perumahan Sanctuary, Perumahan Cahaya Kemang Permai, Perumahan Sigma, Perumahan Dosen IKIP, dan Jatibening II.
Dalam aksinya mereka memprotes pembangunan Perumahan Green Lotus yang mengakibatkan banjir dahsyat bagi sembilan perumahan di tiga Kecamatan di Kota Bekasi.
Dampak pembangunan perumahan tersebut, setiap hujan turun banjir langsung menggenangi hingga tiga meter.
"Banjir terjadi akibat Wali Kota Bekasi mengabaikan fungsi resapan air yang seharusnya ada, malah dijadikan perumahan Green Lotus. Karena Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menampung air diizinkan menjadi perumahan," ujar Kordinator Aksi, Novi kepada Sindo, Rabu (12/3/2014).
Untuk itu mereka menuntut agar Pemkot Bekasi segera mencabut izin pembangunan perumahan tersebut.
Saat ini puluhan korban banjir didominasi kaum ibu-ibu beserta anaknya sambil membawa poster dan berorasi mati Wali Kota Bekasi.
(ysw)