Gelandangan tajir ini ngaku uang Rp17 juta hasil memulung
Selasa, 11 Maret 2014 - 21:26 WIB
Gelandangan tajir ini ngaku uang Rp17 juta hasil memulung
A
A
A
Sindonews.com - Gelandangan yang terjaring razia di kawasan Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat, Eli Mulyawati (42) mengaku uang Rp17 juta yang dibawanya merupakan hasil kerja kerasnya memulung di Jakarta.
Uang sebanyak itu, lanjutnya, merupakan hasil memulung selama delapan bulan. Seharinya, Eli bisa mendapatkan penghasilan sekira Rp50.000-Rp100.000.
"Untuk makan sehari hanya Rp10.000, sisanya ditabung," ujar Eli di Panti Sosial Bina Isnasn Bangun Daya 3, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (11/3/2014).
Sebelum memulung di Jakarta, lanjut Eli, dirinya merupakan pedagang asongan di kereta ekonomi. Setelah tidak diperbolehkan berdagang di kereta akhirnya dia memulung di Jakarta.
Area memulung Eli hanya diseputaran Jakarta Pusat, yakni wilayah Menteng, Sawah Besar, Kemayoran, dan Cempaka Putih.
Lebih lanjut Eli menjelaskan, dirinya berkeliling setiap malam, sebab pada malam hari pemilik rumah membuang sampah. Dari tong sampah dirinya memilah milah barang yang masih bisa dijual.
Untuk menghilangkan kesepiannya kadang Eli bermain bersama Anjingnya yang bernama Vivi. Eli juga mengaku tidak jarang ada orang yang memberinya uang.
"Jadi saya cari barang mulai dari sore hingga pagi, kemudian agak siangan setelah saya istirahat pergi ke pengepul untuk menjual barang yang sudah saya kumpulkan," ucap Eli.
Rencananya, uang yang sudah terkumpul tersebut akan dibelikan rumah oleh Eli.
Baca juga:
Terjaring razia, gelandangan ini kantongi uang Rp17 juta
2 pengemis jutawan diciduk di Pasar Mayestik
Uang sebanyak itu, lanjutnya, merupakan hasil memulung selama delapan bulan. Seharinya, Eli bisa mendapatkan penghasilan sekira Rp50.000-Rp100.000.
"Untuk makan sehari hanya Rp10.000, sisanya ditabung," ujar Eli di Panti Sosial Bina Isnasn Bangun Daya 3, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (11/3/2014).
Sebelum memulung di Jakarta, lanjut Eli, dirinya merupakan pedagang asongan di kereta ekonomi. Setelah tidak diperbolehkan berdagang di kereta akhirnya dia memulung di Jakarta.
Area memulung Eli hanya diseputaran Jakarta Pusat, yakni wilayah Menteng, Sawah Besar, Kemayoran, dan Cempaka Putih.
Lebih lanjut Eli menjelaskan, dirinya berkeliling setiap malam, sebab pada malam hari pemilik rumah membuang sampah. Dari tong sampah dirinya memilah milah barang yang masih bisa dijual.
Untuk menghilangkan kesepiannya kadang Eli bermain bersama Anjingnya yang bernama Vivi. Eli juga mengaku tidak jarang ada orang yang memberinya uang.
"Jadi saya cari barang mulai dari sore hingga pagi, kemudian agak siangan setelah saya istirahat pergi ke pengepul untuk menjual barang yang sudah saya kumpulkan," ucap Eli.
Rencananya, uang yang sudah terkumpul tersebut akan dibelikan rumah oleh Eli.
Baca juga:
Terjaring razia, gelandangan ini kantongi uang Rp17 juta
2 pengemis jutawan diciduk di Pasar Mayestik
(ysw)