Protes kabut asap, anak SD ini surati Presiden SBY
Senin, 10 Maret 2014 - 19:51 WIB
Protes kabut asap, anak SD ini surati Presiden SBY
A
A
A
Sindonews.com - Seorang anak SD di Pekanbaru yang galau diliburkan karena kabut asap menulis surat protes ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Adalah Ihsan Wabdulah, siswa SDN V Rumbai Pekanbaru, Riau yang protes langsung ke SBY. Protes itu dilakukan anak 11 tahun ini dengan mengirimkan surat kepada SBY.
Surat protes ini ditulisnya sendiri dengan memakai pena dan kertas dari buku belajarnya. Melalui surat ini Ihsan mengeluarkan unek-uneknya.
"Di dalam surat ini, saya sampai ke Pak Presiden, kenapa asap di Riau tidak pernah hilang. Kemudian mengapa pembakar lahan yang katanya petani dan perusahaan tidak ditindak," kata Ihsan diselah mengirimnya ke SBY di Kantor Pos Pekanbaru, Senin (10/3/2014) dengan polos.
Di dalam surat ini dia juga menjelaskan betapa ruginya anak-anak sekolah libur karena asap.
"Saya tanya mengapa asap terjadi lagi?, bisakan Pak Presiden menjamin kita tidak kena asap lagi?. Bisakah kita belajar tanpa kena asap, bisakah kita terbebas dari penyakit. Bisakah kita tidak libur karena asap," begitu pertanyaan yang dilayangkan Ihsan ke SBY.
Dia juga mengaku akibat asap, hampir semua keluarganya terkena penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa).
"Saya juga kena Ispa, batuk-batuk, pusing. Mengapa kami yang jadi korban asap," keluhnya.
Pemkot Pekanbaru hari ini memang kembali mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah dari tingkat SD, SLTP dan SLTA karena kabut asap. Libur ini berlaku sampai 12 Maret 2014.
Adalah Ihsan Wabdulah, siswa SDN V Rumbai Pekanbaru, Riau yang protes langsung ke SBY. Protes itu dilakukan anak 11 tahun ini dengan mengirimkan surat kepada SBY.
Surat protes ini ditulisnya sendiri dengan memakai pena dan kertas dari buku belajarnya. Melalui surat ini Ihsan mengeluarkan unek-uneknya.
"Di dalam surat ini, saya sampai ke Pak Presiden, kenapa asap di Riau tidak pernah hilang. Kemudian mengapa pembakar lahan yang katanya petani dan perusahaan tidak ditindak," kata Ihsan diselah mengirimnya ke SBY di Kantor Pos Pekanbaru, Senin (10/3/2014) dengan polos.
Di dalam surat ini dia juga menjelaskan betapa ruginya anak-anak sekolah libur karena asap.
"Saya tanya mengapa asap terjadi lagi?, bisakan Pak Presiden menjamin kita tidak kena asap lagi?. Bisakah kita belajar tanpa kena asap, bisakah kita terbebas dari penyakit. Bisakah kita tidak libur karena asap," begitu pertanyaan yang dilayangkan Ihsan ke SBY.
Dia juga mengaku akibat asap, hampir semua keluarganya terkena penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa).
"Saya juga kena Ispa, batuk-batuk, pusing. Mengapa kami yang jadi korban asap," keluhnya.
Pemkot Pekanbaru hari ini memang kembali mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah dari tingkat SD, SLTP dan SLTA karena kabut asap. Libur ini berlaku sampai 12 Maret 2014.
(sms)