Pembantu gasak ratusan juta harta majikan
Minggu, 09 Maret 2014 - 16:33 WIB
Pembantu gasak ratusan juta harta majikan
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pembantu rumah tangga di Menteng, Jakarta Pusat nekat menggasak harta majikannya senilai ratusan juta. Belakang diketahui kalau pembantu tersebut adalah pemain lama pencuri berkedok pembantu.
Oyok alias Dodoy (21) pembantu rumah tangga (PRT) ditangkap anggota Reskrim Polsek Menteng saat sedang diperiksa sebagai saksi.
Kapolsek Menteng AKBP Gunawan mengatakan kejadian berawal ketika Haji Sumilan, seorang pemilik rumah di Jalan Menteng Kecil, RT 11/7, Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pergi ke luar kota bersama keluarganya.
Korban menitipkan rumah kepada pembantunya yang bernama Oyok. Ternyata Oyok ini menyalahgunakan rasa percaya majikannya dan menggasak harta senilai ratusan juta.
Gunawan mengatakan pelaku pencurian tersebut merupakan spesialis yang berpura-pura menjadi pembantu rumah tangga pada setiap rumah. Setelah pelaku mendapatkan kepercayaan majikan, pelaku langsung menjalankan aksinya.
"Pelakau tak pernah menetap lama bekerja dirumah majikannya. Setelah kondisi aman, pelaku menjalankan aksinya kemudian langsung berhenti dari pekerjaannya dan mencari sasaran baru lagi," ungkap AKBP Gunawan, Minggu (9/3/2014).
Kapolsek menambahkan dari Rp141 juta yang dicurinya hanya tersisa Rp50 juta. Pelaku adalah spesialis pencuri yang berpura-pura jadi pembantu.
Aksinya berpindah-pindah tempat. Dirinya menghimbau, agar masyarakat berhati-hati dalam mencari pembantu rumah.
"Jangan langsung percaya kepada orang yang baru dikenalnya," jelasnya.
Oyok alias Dodoy (21) pembantu rumah tangga (PRT) ditangkap anggota Reskrim Polsek Menteng saat sedang diperiksa sebagai saksi.
Kapolsek Menteng AKBP Gunawan mengatakan kejadian berawal ketika Haji Sumilan, seorang pemilik rumah di Jalan Menteng Kecil, RT 11/7, Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pergi ke luar kota bersama keluarganya.
Korban menitipkan rumah kepada pembantunya yang bernama Oyok. Ternyata Oyok ini menyalahgunakan rasa percaya majikannya dan menggasak harta senilai ratusan juta.
Gunawan mengatakan pelaku pencurian tersebut merupakan spesialis yang berpura-pura menjadi pembantu rumah tangga pada setiap rumah. Setelah pelaku mendapatkan kepercayaan majikan, pelaku langsung menjalankan aksinya.
"Pelakau tak pernah menetap lama bekerja dirumah majikannya. Setelah kondisi aman, pelaku menjalankan aksinya kemudian langsung berhenti dari pekerjaannya dan mencari sasaran baru lagi," ungkap AKBP Gunawan, Minggu (9/3/2014).
Kapolsek menambahkan dari Rp141 juta yang dicurinya hanya tersisa Rp50 juta. Pelaku adalah spesialis pencuri yang berpura-pura jadi pembantu.
Aksinya berpindah-pindah tempat. Dirinya menghimbau, agar masyarakat berhati-hati dalam mencari pembantu rumah.
"Jangan langsung percaya kepada orang yang baru dikenalnya," jelasnya.
(ysw)