Firasat keluarga sebelum Serka (anumerta) Imam gugur
Kamis, 06 Maret 2014 - 18:47 WIB
Firasat keluarga sebelum Serka (anumerta) Imam gugur
A
A
A
Sindonews.com - Sebelum menjadi korban ledakan gudang amunisi Kopaska, Pondok, Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejumlah keluarga Serka (anumerta) Imam Syafii mendapat firasat.
Menantu Imam, Tri Wahono mengakui, ada firasat sebelum bapak mertuanya menjadi korban. Setelah bapak mertuanya berangkat kerja, Tri terbayang terus wajah mertuanya tersebut.
"Terbanyang terus seperti mau ada kejadian, dan saya tidak menyangka itu tanda kepergian bapak," ujar Tri Wahyono kepada wartawan di rumah duka di Kapling Rawa Silam 1 RT 8/6, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (6/3/2014).
Firasat nyaris serupa juga dirasakan Alief Nur Anggraeni (14) putri kedua Serka Imam. Waktu sekolah dirinya ingin segara pulang meski jam pelajaran masih berlangsung.
"Bapak berangkat terburu-buru, tidak seperti biasanya," katanya.
Bahkan, Sertu Imam berpesan kepada dirinya agar tidak boleh nakal dan menyakiti ibunya dan harus sayang kepadanya.
"Saya tidak menyangka itu firasat bapak mau pergi, saya sayang bapak," katanya.
Di dalam lingkungan keluarga, Imam dikenal sebagai pribadi yang baik dan bertanggungjawab. Meski sebagai prajurit TNI, bapak tiga anak tersebut juga dikenal pendiam, santun, dan sopan.
Baca juga:
Korban tewas insiden gudang amunisi naik pangkat
Menantu Imam, Tri Wahono mengakui, ada firasat sebelum bapak mertuanya menjadi korban. Setelah bapak mertuanya berangkat kerja, Tri terbayang terus wajah mertuanya tersebut.
"Terbanyang terus seperti mau ada kejadian, dan saya tidak menyangka itu tanda kepergian bapak," ujar Tri Wahyono kepada wartawan di rumah duka di Kapling Rawa Silam 1 RT 8/6, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (6/3/2014).
Firasat nyaris serupa juga dirasakan Alief Nur Anggraeni (14) putri kedua Serka Imam. Waktu sekolah dirinya ingin segara pulang meski jam pelajaran masih berlangsung.
"Bapak berangkat terburu-buru, tidak seperti biasanya," katanya.
Bahkan, Sertu Imam berpesan kepada dirinya agar tidak boleh nakal dan menyakiti ibunya dan harus sayang kepadanya.
"Saya tidak menyangka itu firasat bapak mau pergi, saya sayang bapak," katanya.
Di dalam lingkungan keluarga, Imam dikenal sebagai pribadi yang baik dan bertanggungjawab. Meski sebagai prajurit TNI, bapak tiga anak tersebut juga dikenal pendiam, santun, dan sopan.
Baca juga:
Korban tewas insiden gudang amunisi naik pangkat
(ysw)