Korban tewas insiden gudang amunisi naik pangkat
Kamis, 06 Maret 2014 - 10:09 WIB
Korban tewas insiden gudang amunisi naik pangkat
A
A
A
Sindonews.com - Sertu Imam Syafi'i yang menjadi satu-satunya korban tewas dalam meledaknya gudang amunisi Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL di Pondok Dayung, Jakarta Utara mendapat kenaikan pangkat.
Kenaikan pangkat ini dikatakan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksanama Marsetio saat melayat ke rumah duka di alan Rawa Silam 1 nomor 49 A, Perumahan Wahana Harapan Pondok Ungu, Bekasi Barat, Rabu 5 Maret 2014 malam.
"Sertu Imam meninggal sebagai anumerta. Dinaikkan pangkatnya lebih tinggi menjadi Serka," ungkapnya.
Serka Anumerta Imam menjadi korban tewas dalam ledakan di gudang Kopaska TNI AL. Imam mengalami luka bakar cukup parah di tubuhnya.
Dalam peristiwa ledakan di gudang amunisi tersebut, 87 anggota TNI AL mengalami luka-luka. Satu diantaranya tewas dengan luka bakar cukup parah.
Terkait ledakan tersebut, pihak TNI menyangkal disebabkan dari sabotase. Saat ini TNI tengah melakukan penyelidikan dengan menggandeng Puslabfor Mabes Polri.
Baca juga:
26 anggota Kopaska di RSAL Mintoharjo
Tragedi ledakan gudang amunisi TNI 1984 & 2014
Kenaikan pangkat ini dikatakan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksanama Marsetio saat melayat ke rumah duka di alan Rawa Silam 1 nomor 49 A, Perumahan Wahana Harapan Pondok Ungu, Bekasi Barat, Rabu 5 Maret 2014 malam.
"Sertu Imam meninggal sebagai anumerta. Dinaikkan pangkatnya lebih tinggi menjadi Serka," ungkapnya.
Serka Anumerta Imam menjadi korban tewas dalam ledakan di gudang Kopaska TNI AL. Imam mengalami luka bakar cukup parah di tubuhnya.
Dalam peristiwa ledakan di gudang amunisi tersebut, 87 anggota TNI AL mengalami luka-luka. Satu diantaranya tewas dengan luka bakar cukup parah.
Terkait ledakan tersebut, pihak TNI menyangkal disebabkan dari sabotase. Saat ini TNI tengah melakukan penyelidikan dengan menggandeng Puslabfor Mabes Polri.
Baca juga:
26 anggota Kopaska di RSAL Mintoharjo
Tragedi ledakan gudang amunisi TNI 1984 & 2014
(ysw)